Barometer Bali | Denpasar – Kinerja PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar yang membawahi wilayah Bali, NTB, dan NTT menunjukkan tren positif sepanjang awal tahun 2026. Hingga 26 April 2026, jumlah nasabah aktif di Bali tercatat meningkat signifikan sebesar 14,4 persen atau bertambah 47.821 nasabah. Tak hanya itu, penjualan produk cicil emas juga melonjak tajam hingga 112,22 persen atau mencapai 172 kilogram—melampaui target yang telah ditetapkan.
Pemimpin Kanwil VII Denpasar, Edy Purwanto, menyebut capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk investasi emas Pegadaian di tengah dinamika ekonomi saat ini.
“Hingga 26 April 2026, jumlah nasabah dan penjualan cicil emas terdapat kenaikan cukup tinggi. Khusus nasabah aktif di Bali mengalami kenaikan 14,4% atau 47.821 nasabah sementara penjualan emas 112,22% atau 172 Kg. Dari target, kita sudah melampaui,” ungkapnya dalam kegiatan Media Gathering Pegadaian Kanwil VII Denpasar, Selasa (28/4/2026).
Secara regional, penjualan cicil emas di wilayah Bali, NTB, dan NTT sejak Januari hingga 26 April 2026 tercatat mencapai 334,9 kilogram dengan total 121.303 nasabah. Selain Bali sebagai kontributor terbesar, pertumbuhan juga terlihat di NTB dengan penjualan 99,7 kilogram dan 42.002 nasabah, serta NTT sebesar 63,2 kilogram dengan 31.480 nasabah.
Tak hanya dari sisi investasi emas, kinerja penyaluran kredit Pegadaian juga menunjukkan lonjakan signifikan. Jika sepanjang tahun 2025 total pinjaman tercatat Rp12,6 triliun, maka hingga April 2026 realisasinya telah menembus Rp15,4 triliun dengan sekitar 1,4 juta nasabah.
“Dari angka tersebut, produk yang paling dominan adalah produk gadai sebesar 81,4 persen, sisanya produk mikro (UMKM) dan tabungan emas. Dari performa kinerja tersebut, Kanwil VII Denpasar berada di posisi lima besar secara nasional,” jelas Edy.
Menurutnya, capaian ini menjadi indikator kuat bahwa layanan Pegadaian tetap menjadi pilihan masyarakat, baik untuk kebutuhan pembiayaan cepat maupun instrumen investasi yang relatif stabil.
Di tengah capaian bisnis tersebut, Pegadaian juga menegaskan komitmennya menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan. Pada 3 Mei 2026 mendatang, Kanwil VII Denpasar dijadwalkan menyalurkan bantuan CSR ke panti asuhan sekaligus melakukan pelepasliaran tukik di Kabupaten Jembrana sebagai bagian dari kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Selain mengejar target keuntungan, kita juga memiliki tanggung jawab sosial yang merupakan bagian dari bisnis kita,” pungkas Edy Purwanto.
Langkah ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan bisnis Pegadaian tidak hanya berorientasi pada kinerja finansial, tetapi juga diarahkan untuk memberi dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan di wilayah Bali, NTB, dan NTT. (red)











