Abrasi Pantai Tegal Besar Ancam Upacara Melasti, Pemkab Klungkung dan BWS Gerak Cepat Bikin Sodetan di Tukad Bubuh

IMG-20250928-WA0058_el6wDiqy5e
Foto: Bupati Klungkung I Made Satria (kanan) meninjau pengerjaan sodetan aliran sungai Tukad Bubuh di Pantai Tegal Besar, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Minggu (28/9). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Klungkung – Pemerintah Kabupaten Klungkung bergerak cepat menanggapi ancaman abrasi di lokasi Upacara Melasti yang semakin parah di kawasan Pantai Tegal Besar, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan. Hal ini terlihat saat Bupati Klungkung I Made Satria meninjau langsung pengerjaan sodetan aliran Sungai Tukad Bubuh di pantai tersebut, Minggu (28/9/2025).

Salah satu langkah darurat yang ditempuh adalah membuat sodetan baru pada hilir Tukad Bubuh agar aliran air sungai langsung mengarah ke laut. Pekerjaan ini dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali–Penida.

Berita Terkait:  Pengawasan Rutin dengan Sidak, Satgas Pangan Polda Bali Sidak Incar Pedagang dan Distributor Nakal Jelang HBK

“Kami akan terus berkoordinasi agar penyenderan pengaman tanggul bisa segera dikerjakan sehingga lahan warga tidak lagi tergerus abrasi,” tegas Bupati Satria.

Abrasi Ancam Lokasi Upacara Melasti

Pantai Tegal Besar selama beberapa tahun terakhir mengalami abrasi cukup parah. Pesisir berpasir hitam ini memiliki nilai sakral karena menjadi lokasi upacara Melasti menjelang Hari Raya Nyepi yang dilaksanakan krama Desa Adat Sarimertha, Desa Adat Negari, dan Desa Adat Banjarangkan.

Berita Terkait:  Diskominfo Tabanan Gelar Monev KIP dan Apresiasi Desa 2026, Dorong Tata Kelola Transparan

Kerusakan akibat abrasi kini semakin mengkhawatirkan karena area pantai yang biasanya dipakai warga untuk kegiatan adat semakin menyempit dan berbahaya.

Kondisi dan Penyebab

Abrasi di Tegal Besar terutama dipicu oleh pergeseran aliran hilir Tukad Bubuh yang berkelok sehingga menghantam bibir pantai. Kondisi ini diperparah oleh gelombang tinggi Samudra Hindia yang terus mengikis garis pantai.

Akibatnya, abrasi tidak hanya menggerus lahan warga, tetapi juga merusak tanggul, jogging track, serta mengancam sekolah dan area publik yang kerap dipakai untuk kegiatan adat maupun festival kuliner dan budaya.

Berita Terkait:  Hadiri Karya di Pura Dalem Jambe Kapal, Bupati Adi Arnawa Tekankan Pengelolaan Sampah Mandiri dan Program Pendidikan Gratis

Upaya Penanganan

Pemerintah Kabupaten Klungkung bersama BWS Bali–Penida telah melakukan beberapa langkah penanganan. Selain pembuatan sodetan baru, pengerukan dan pengamanan di titik-titik kritis juga tengah berjalan.

Ke depan, proyek pengaman pantai untuk kawasan Tegal Besar hingga Pantai Lepang masuk dalam program lanjutan BWS sebagai upaya jangka panjang menjaga kawasan pesisir Klungkung dari ancaman abrasi. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI