Barometer Bali | Denpasar – Suasana haru menyelimuti gang-gang sempit di Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Selasa (16/9/2025) pagi. Ratusan warga yang terdampak banjir besar tumpah ruah menyambut kedatangan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Dr. Herman Khaeron, yang hadir langsung dari Jakarta membawa amanat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dalam aksi kemanusiaan itu, Demokrat menyalurkan 2.500 paket sembako bagi warga terdampak. Kehadiran Herman menjadi bukti kepedulian langsung AHY, meski saat ini ia tengah menjabat sebagai Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah.
“Bencana ini tidak pernah kita duga, tapi kita harus cari cara mengantisipasi agar tidak terus berulang,” tegas Herman dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa Demokrat tidak hanya datang memberi bantuan, melainkan juga mendorong solusi jangka panjang terkait penanganan sungai yang disebut sebagai faktor utama penyebab banjir.
Herman bahkan menyinggung catatan kelam, di mana sejak 2010 lokasi ini sudah 4 kali dilanda banjir. Ia berjanji aspirasi masyarakat Bali akan dibawa ke pusat. “Saya hadir sebagai Sekjen Demokrat sekaligus anggota DPR RI. Aspirasi warga akan saya sampaikan di Senayan,” katanya di jaba dalem Batu Sari, Br. Belong Menak, Kelurahan Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Selasa (16/9/2025).
Ketua DPD Demokrat Bali, I Made Mudarta, menambahkan bahwa penyaluran bantuan ini adalah gelombang kedua, setelah sebelumnya juga dilakukan pada 13 September lalu. “Total ada 2.500 paket yang disiapkan dari pusat hingga daerah, sebagai wujud nyata gotong royong Demokrat,” ujarnya.
Bagi warga, bantuan ini menjadi penghibur di tengah duka. I Gusti Agung Budiana, Kelian Adat Banjar Belong Menak, menyampaikan rasa terima kasih.
“Kami merasa sangat bersyukur. Bantuan ini menjadi semangat baru agar warga bisa bangkit kembali,” ucapnya.
Demokrat menegaskan, aksi sosial ini bukan hanya soal sembako. Kehadiran kader dari pusat hingga daerah menjadi sinyal kuat bahwa partai ini ingin benar-benar hadir di hati masyarakat Bali, sekaligus memastikan banjir serupa tidak lagi menghantam di masa depan. (rah)











