Ajik Prabu Kritisi Tingginya Angka Kemiskinan di Klungkung

Kolase foto: I Gusti Ngurah Suprabu, Caleg DPRD Klungkung dari Partai Gerindra Dapil 4 Banjarangkan nomor urut 2 (kiri) dan Prabowo Subianto (kanan), Selasa (6/2/2024). (BB/222)

Denpasar | barometerbali – Calon Legislatif (Caleg) Partai Gerindra untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Klungkung, Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Banjarangkan nomor urut 2, I Gusti Ngurah Suprabu (Ajik Prabu) mengkritisi masih tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Klungkung, menjadi bukti bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung belum maksimal dalam mengambil kebijakan dan perencanaan penuntasan kemiskinan.

Diungkapkan langsung oleh pria yang akrab disapa Ajik Prabu kepada wartawan, mengaku prihatin angka kemiskinan di Klungkung mencapai 10,22 ribu jiwa tahun 2023. Walaupun mengalami penurunan dari tahun 2022 di angka 10,89 ribu jiwa, namun angka tersebut menjadi indikator tingkat keberhasilan Pemkab Klungkung dibawah kepemimpinan I Nyoman Suwirta, dianggapnya masih jauh dari ekspetasi masyarakat.

Berita Terkait:  Menteri LH Setujui Permintaan Gubernur Koster, Penutupan TPA Suwung Diundur hingga November 2026

“Yang ingin saya kritisi itu adalah tingkat kemiskinan yang tidak berubah dari dua digit. Tentu ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah, red) bagi Pemerintahan selanjutnya, bagaimana masalah kemiskinan ini bisa menjadi hal yang lebih diperhatikan lagi, mengingat Klungkung sebagai wilayah yang memiliki telur emas pariwisata Bali tetapi masyarakatnya masih hidup dibawah garis kemiskinan,” cetus Ajik Prabu saat ditemui langsung, di acara HUT ke-16 Gerindra, Selasa (6/2/2024).

Berita Terkait:  Ucapan Selamat Andre Yulius ke Gerindra Dinilai Sarat Retorika Politik Elite

Didasari hal tersebut, pihaknya terpanggil untuk bisa berperan terhadap perubahan di Kabupaten Klungkung dalam menuntaskan kemiskinan. Selain itu, pihaknya juga menyoroti sektor pertanian di Klungkung, saat ini kehidupan para petani disana masih jauh dari kesejahteraan. Menurutnya, Kekeringan menjadi kendala utama sektor pertanian di Klungkung, menyebabkan para petani kerap melakukan panen muda (panen diawal) khususnya untuk komoditi kedelai, bahkan tak sedikit mengalami gagal panen yang menyebabkan kerugian.

“Satu lagi itu sektor pertanian, tidak ada perubahan. Para petani masih saling berebutan air. Subak-subak mereka sering mengalami kekeringan, ini selalu menjadi masalah setiap musim tanam tiba. Hasilnya? Ga sedikit dari mereka yang gagal panen. Masalah-masalah ini yang bertahun-tahun tidak pernah ada solusi pasti dari Pemerintah, membuat saya mantap untuk mengawal aspirasi mereka lewat kursi legislatif,” pungkasnya.

Berita Terkait:  Kaesang Lantik Pengurus PSI se-Bali, Tekankan Kontribusi Nyata bagi Masyarakat

Untuk dapat diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Klungkung, angka kemiskinan pada tahun 2023 tercatat sebesar 5,61 persen, mengalami penurunan dari tahun 2022 sebesar 6,07 persen, namun mengalami peningkatan dari tahun 2021 diangka 10,19 ribu jiwa.

Sedangkan sektor pertanian, secara keseluruhan Dinas Pertanian mencatat ada sebanyak 600 Hektar lahan pertanian di Klungkung, sebagian besar dari lahan tersebut berpotensi mengalami gagal panen serta penurunan produksi tanaman akibat kekeringan. (BB/212)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI