Aktivitas Ekonomi Meningkat, Realisasi PAD Tabanan Capai 35,80 Persen dari Target 2026

dtw2_YBUZhmM74I
Foto : Suasana DTW Tanah Lot (Ilustrasi) & Kepala Bakeuda Tabanan Dra. Ni Wayan Mariati, M.M. (barometerbali/tmc/rah)

Barometer Bali | Tabanan – Kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tabanan terus menunjukkan tren yang positif. Berdasarkan data Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Tabanan per 16 Juli 2026, realisasi PAD telah mencapai Rp331,97 miliar atau 35,80 persen dari target tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp927,17 miliar.

Capaian tersebut menjadi indikator positif terhadap penguatan kapasitas fiskal daerah sekaligus mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor di Kabupaten Tabanan.

Kontributor terbesar PAD masih berasal dari sektor pajak daerah dengan realisasi mencapai Rp216,13 miliar atau 48,51 persen dari target yang telah ditetapkan. Tingginya realisasi pajak daerah menunjukkan semakin baiknya kepatuhan wajib pajak serta bertumbuhnya aktivitas usaha yang menjadi sumber penerimaan daerah.

Menariknya, sejumlah jenis pajak bahkan telah melampaui target yang ditetapkan. Di antaranya pajak diskotek, karaoke, bar, dan spa. Selain itu, pajak olahraga dan kebugaran, pajak penyelenggaraan kesenian, pajak vila, hingga pajak pondok wisata juga berhasil mencatat realisasi di atas target.

Berita Terkait:  Pemkab Tabanan Genjot Perbaikan Infrastruktur, Realisasi Delapan Paket Proyek Jalan-Jembatan Lampaui Target

Pencapaian tersebut mencerminkan tumbuhnya berbagai sektor usaha di Kabupaten Tabanan, sekaligus menjadi sinyal positif terhadap geliat ekonomi daerah. Dengan meningkatnya PAD, ruang fiskal Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk mendukung pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat menjadi semakin luas.

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., saat dikonfirmasi pada Jumat (31/7) menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh perangkat daerah, para pelaku usaha, dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam meningkatkan penerimaan daerah. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil dari sinergi seluruh pihak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.

“Astungkara, capaian Pendapatan Asli Daerah hingga pertengahan tahun ini menunjukkan perkembangan yang baik. Ini menjadi bukti bahwa aktivitas ekonomi di Kabupaten Tabanan terus bergerak positif dan kesadaran masyarakat serta pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban perpajakan semakin meningkat. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh wajib pajak yang telah berpartisipasi membangun Tabanan melalui kepatuhan membayar pajak dan retribusi daerah,” ujar Bupati Sanjaya.

Berita Terkait:  Felucia Sengky Ratna Raih Penghargaan detikBali-Nusra Awards 2026, Dinilai Sukses Perkuat Pengawasan WNA di Bali

Bupati Sanjaya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan akan terus melakukan berbagai inovasi dalam pengelolaan pendapatan daerah, termasuk optimalisasi potensi-potensi PAD yang masih dapat dikembangkan.

“Pendapatan Asli Daerah merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Semakin kuat kapasitas fiskal daerah, semakin besar pula kemampuan pemerintah menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, pembangunan infrastruktur, serta berbagai program yang berpihak kepada kesejahteraan masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen kami dalam mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Tabanan, Dra. Ni Wayan Mariati, M.M., menyampaikan bahwa capaian PAD pada semester pertama tahun 2026 menjadi modal optimisme bagi pemerintah daerah dalam mencapai target pendapatan hingga akhir tahun.

Berita Terkait:  Tingkatkan Transparansi dan Kualitas Layanan Publik, KI Bali Gelar Bimtek Monev KIP 2026 di Tabanan

“Realisasi PAD hingga pertengahan tahun ini memberikan gambaran bahwa kinerja pendapatan daerah berada pada jalur yang positif. Capaian semester I ini menjadi acuan sekaligus menumbuhkan optimisme bahwa target PAD Tahun 2026 dapat tercapai sesuai yang telah ditetapkan,” jelas Mariati.

Menurutnya, Bakeuda akan terus melakukan penguatan pengelolaan pendapatan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber PAD, meningkatkan kualitas pelayanan kepada wajib pajak, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh perangkat daerah pengelola pendapatan.

“Dengan kolaborasi seluruh perangkat daerah, dukungan para pelaku usaha, dan kepatuhan masyarakat sebagai wajib pajak, kami optimistis target PAD tahun 2026 dapat direalisasikan secara optimal. Pendapatan yang berhasil dihimpun nantinya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” pungkasnya. (tmc/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI