Aktivitas Penerbangan Bali Tinggi, Basarnas Susun Rencana Kontingensi Kecelakaan Pesawat

IMG-20261015-WA0070_Q0uVzZ794c
PENYUSUNAN - Rencana Kontingensi Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kecelakaan Pesawat Udara di Bali Bagian Selatan dalam rangka Pemetaan Wilayah Rawan Kedaruratan Tahun 2026, pada 14–16 Oktober 2026, di Ruang Serbaguna Lantai 3, Gedung Werkudara, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. (Barometer Bali/rah/red)

Barometer Bali | Denpasar – Tingginya aktivitas penerbangan di Bali mendorong Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kecelakaan pesawat udara. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyusun Rencana Kontingensi Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kecelakaan Pesawat Udara di Bali Bagian Selatan dalam rangka Pemetaan Wilayah Rawan Kedaruratan Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, pada 14–16 Oktober 2026, di Ruang Serbaguna Lantai 3, Gedung Werkudara, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Dalam sambutannya, Sidakarya menegaskan pentingnya membangun kesiapsiagaan sebelum keadaan darurat terjadi. Menurutnya, perencanaan yang matang, koordinasi yang kuat, kesiapan sumber daya, serta kesamaan pemahaman seluruh pihak menjadi faktor penting dalam penanganan kecelakaan pesawat udara.

“Kesiapsiagaan tidak boleh dibangun setelah kejadian terjadi, harus kita persiapkan sebelum kejadian, melalui perencanaan yang matang, koordinasi yang kuat, sumber daya yang siap, serta pemahaman yang sama dari seluruh unsur yang terlibat,” ungkap Sidakarya.

Berita Terkait:  Wawali Denpasar Arya Wibawa Hadiri Pisah Sambut Komandan Kodim 1611/Badung

Kegiatan ini diikuti 80 peserta dari berbagai unsur terkait. Selain itu, dua narasumber dari Direktorat Operasi Pencarian dan Pertolongan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), turut memberikan materi untuk mendukung penyusunan dokumen rencana kontingensi yang komprehensif.

Penyusunan rencana tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya aktivitas penerbangan di Bali, khususnya melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang menjadi salah satu bandara tersibuk di Indonesia. Sepanjang 2025, bandara tersebut mencatatkan 143.312 pergerakan pesawat, baik lepas landas maupun mendarat.

Selain penerbangan komersial, penggunaan helikopter untuk menunjang perjalanan bisnis, pariwisata, dan transportasi cepat juga semakin menjadi bagian dari aktivitas transportasi udara di Bali.

Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan seluruh unsur pencarian dan pertolongan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya keadaan darurat. Melalui rencana kontingensi, koordinasi antarlembaga diharapkan semakin kuat, pembagian tugas menjadi lebih jelas, serta pelaksanaan operasi SAR dapat dilakukan secara cepat, tepat, terpadu, dan sesuai prosedur.

Berita Terkait:  Siswa Yatim Piatu di Denpasar, Terima Bantuan Pendidikan dari Gubernur Koster

“Rencana kontingensi bukan sekadar dokumen, tetapi merupakan kesepakatan dan komitmen bersama tentang tugas, peran, sumber daya, serta mekanisme koordinasi yang harus dilaksanakan ketika terjadi kecelakaan pesawat udara,” imbuh Sidakarya.

Dalam penyusunan rencana tersebut, peserta membahas skenario kedaruratan berupa pesawat udara yang menghilang dari radar di wilayah perairan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan.

Skenario ini digunakan sebagai dasar untuk memetakan wilayah operasi, mengidentifikasi potensi sumber daya yang dapat dikerahkan, serta merumuskan langkah-langkah penanganan apabila terjadi kecelakaan pesawat udara di kawasan tersebut.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pemaparan mengenai sistem pencarian dan pertolongan serta sistematika penyusunan rencana kontingensi. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi untuk menyelaraskan pemahaman, mengidentifikasi kebutuhan operasional, dan merumuskan mekanisme koordinasi di antara pihak-pihak yang terlibat.

Perwakilan Direktorat Operasi Basarnas, Retno Budiharto, berharap dokumen rencana kontingensi yang disepakati dan ditandatangani nantinya dapat menjadi pedoman bersama bagi seluruh unsur SAR dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Berita Terkait:  Terima Banggar DPR RI, Gubernur Koster Dorong Dukungan APBN untuk Infrastruktur Strategis Bali

“Kami berharap juga dengan adanya dokumen rencana kontingensi ini setelah ditandatangani masing-masing bisa melakukan peran dan tugasnya dan ke depannya dapat lebih terkoordinir, solidaritas, kolaborasi dan lainnya bisa lebih baik, khususnya sinergitas seluruh potensi SAR yang ada di Kantor SAR Denpasar,” ujarnya.

Keberadaan rencana kontingensi ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan personel, mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana, serta memperkuat sinergi antarlembaga dalam menghadapi situasi kedaruratan.

Melalui perencanaan yang matang dan koordinasi yang terarah, Basarnas berharap operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan pesawat udara dapat berjalan lebih efektif sehingga risiko jatuhnya korban jiwa dapat diminimalkan.

Penyusunan rencana kontingensi tersebut menjadi bagian dari komitmen Basarnas dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi kedaruratan, sekaligus meningkatkan pelayanan pencarian dan pertolongan yang profesional, modern, dan teruji kepada masyarakat. (rah/red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI