Foto: Prof. Dr Aron Meko Mbete semasa hidupnya. (barometerbali/istimewa)
Denpasar I barometerbali – Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Denpasar, Prof. Dr. Aron Meko Mbete meninggal dunia di usia 78 tahun akibat sakit yang dideritanya.
Profesor kelahiran Ende, Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu menghembuskan nafas terakhir di RS Prof. Ngoerah Sanglah, Denpasar pada, Kamis (16/1/2025) malam.
Sebelumnya almarhum sempat dirawat di RS Surya Husada, Ubung Denpasar pada awal Desember 2024. Lalu menjalani rawat jalan di rumah. Almarhum kembali dirawat di RS Surya Husada Ubung Denpasar, kemudian dirujuk ke IGD RS Prof Ngoerah Sanglah pada Minggu 12 Januari 2025.
Ketua PMKRI Cabang Denpasar, Angela Chinly Yudia, mengatakan pihaknya sangat merasa kehilangan sosok intelektual seperti Prof. Dr. Aron Meko Mbete. Pasalnya almarhum semasa hidupnya selalu mendampingi proses kaderisasi dan dinamika organisasi di PMKRI Denpasar.
“Kami sangat merasa kehilangan sosok intelektual yang menjadi panutan kami selama ini. Pada kesempatan-kesempatan penting, beliau selalu hadir mendampingi kami dalam proses kaderisasi dan indoktrinasi nilai-nilai kehidupan,” ungkap Chinly.
Selain itu, Chinly mengungkapkan rasa bangganya terhadap almarhum. Sebab almarhum adalah pencetus lahirnya Program Studi Linguistik Magister (S2) dan Doktoral (S3) di Universitas Udayana, Bali.
Ia menjabat sebagai Kepala Jurusan/Program Studi Pendidikan Doktor Linguistik Pascasarjana Universitas Udayana (2012-2016).
Saat ini almarhum sebagai dosen aktif Prodi Magister Ilmu Linguistik di Universitas Warmadewa.
“Beliau adalah sosok yang disiplin terhadap ilmu dan taat agama. Kader-kader PMKRI Denpasar selalu terinspirasi darinya. Kami berdoa semoga beliau dapat diterima di sisi Tuhan,” kata Chinly.
Jenazah Profesor kelahiran Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 12 Juli 1947 itu sedang berada di Rumah Duka Kertha Semadi, Jalan Cargo Permai No.99, Ubung Kaja, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar. Selanjutnya akan dikebumikan di kuburan Katolik, Mumbul, Jimbaran, Kuta Selatan.
Reporter: Rian











