AMI Audiensi dengan Dinas Kesehatan Surabaya, Bahas Dampak Bau PT Central Proteina Prima

Foto: Aliansi Madura Indonesia (AMI) menggelar audiensi dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya. (barometerbali/redho)

Surabaya | barometerbali – Aliansi Madura Indonesia (AMI) menggelar audiensi dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya terkait bau menyengat yang diduga berasal dari PT Central Proteina Prima. 

Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Jenderal AMI, Aziz, SH, menegaskan bahwa masyarakat sekitar telah mengalami dampak kesehatan akibat paparan bau tersebut.

“Kami menerima banyak keluhan dari warga yang mengalami gangguan penciuman. Mereka tidak bisa lagi membedakan antara bau harum dan bau busuk. Ini jelas bukan masalah sepele, dan kami mendesak Dinas Kesehatan untuk segera mengambil tindakan,” ujar Aziz.

Berita Terkait:  Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar Serap Aspirasi 25 Desa di Kepohbaru

Menurut Aziz, permasalahan ini sudah berlangsung lama, tetapi hingga kini belum ada solusi konkret dari pihak perusahaan maupun pemerintah. Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam penanganan kasus ini agar masyarakat mendapatkan kepastian mengenai dampak kesehatan yang mereka alami.

Menanggapi keluhan tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Prima, menyatakan bahwa pihaknya akan segera mengambil langkah untuk menyelidiki permasalahan ini.

“Kami akan melakukan skrining kesehatan terhadap para pekerja untuk mengetahui dampak bau ini terhadap kesehatan mereka. Selain itu, kami juga akan meminta klarifikasi kepada perusahaan mengenai tanggung jawab mereka dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi karyawan, termasuk apakah mereka sudah mengalokasikan dana kesehatan sesuai dengan ketentuan Hiperkes, (Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja),” kata Prima.

Berita Terkait:  LP Jalan di Tempat, Keluarga Korban Desak Polisi Bertindak

Ia menegaskan bahwa Dinas Kesehatan akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan bahwa perusahaan memenuhi standar kesehatan dan keselamatan kerja.

Aziz berharap langkah yang diambil pemerintah benar-benar memberikan solusi bagi warga. “Kami tidak ingin ini hanya menjadi wacana. Masyarakat butuh kepastian dan tindakan nyata,” tegasnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kasus ini dan akan melaporkan hasil skrining serta evaluasi kepada pihak terkait. Jika ditemukan pelanggaran, pihaknya tidak akan ragu untuk merekomendasikan tindakan lebih lanjut terhadap perusahaan.

Berita Terkait:  Hanya Roti dan Rp50 Ribu, Reses 'BI' Anggota DPRD Kota Surabaya di Sidotopo Kulon Picu Tanda Tanya Besar

Masyarakat sekitar berharap agar permasalahan ini segera terselesaikan, mengingat bau yang ditimbulkan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan yang lebih serius. (Redho)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI