Kolase foto: Petugas BPBD Kabupaten Jembrana menyerahkan bantuan kepada korban angin kencang di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Minggu (08/12/24), dan rumah yang rusak akibat terjangan angin kencang di Jembrana. (sumber: barometerbali/217/bpbdjbr)
Jembrana | barometerbali – Seminggu terakhir ini cuaca ekstrem terus menerjang Kabupaten Jembrana. Akibatnya sejumlah titik bencana melanda dan menimbulkan kerusakan rumah warga. Seperti yang menimpa Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, diterjang hujan deras dan angin kencang, Minggu (08/12/24). Akibatnya sekitar 14 bangunan milik warga rusak.
Dikonfirmasi awak media pada Senin, (09/12/24) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya kejadian tersebut diakibatkan cuaca ekstrem yang di sertai angin kencang yang mengakibatkan belasan bangunan mengalami kerusakan.
“Kita sudah turun kelapangan melakukan pendataan, data sementara terdapat 14 bangunan milik warga mengalami kerusakan, sebagian besar kerusakan pada atap,” terang Agus Artana.
Ia menambahkan pihaknya sudah memberikan bantuan berupa terpal, matras dan selimut kepada warga yang terdampak. Terutama bagi korban yang rumahnya mengalami kerusakan.
“Dari 14 bangunan yang rusak, 9 di antaranya merupakan rumah warga, 3 unit tempat usaha, dapur dan jineng masing-masing satu bangunan. Selain melakukan pengecekan kita sudah memberi bantuan mendesak kepada warga,” ungkapnya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan waspada di tengah tidak menentu cuaca saat ini. Hujan deras di sertai angin sangat rawan terjadi bencana mulai dari banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
“Cuaca sangat tidak menentu belakangan ini, tentu ini harus kita waspadai bersama,” imbau Agus. (217)
Editor: Ngurah Dibia











