ASN Pemprov Bali Galang Dana Rp50 Juta Bantu Warga Tinggal di Rumah tak Layak Huni

Screenshot_20250813_195935_WhatsAppBusiness
Dengan kondisi ekonomi serba terbatas dan riwayat gangguan jiwa, Kawi mendapatkan bantuan Rp50 juta dan paket sembako dari sumbangan (punia) ASN Pemprov Bali (barometerbali/red)

Barometer Bali | Karangasem  – Dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-67 Provinsi Bali, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menyalurkan bantuan pembangunan rumah layak huni bagi warga kurang mampu. Program ini menyasar lima keluarga yang tinggal di rumah tidak layak, berdasarkan data terverifikasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Pada Rabu (13/8), tiga keluarga di Karangasem dan Buleleng menerima bantuan langsung dari perangkat daerah Pemprov Bali. Salah satunya I Wayan Kawi, warga Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, yang tinggal sendirian di rumah berdinding bambu, berlantai tanah, dan atap seng lapuk.

Berita Terkait:  Wayan Koster Terima Dubes AS Peter Mark Haymond, Bahas Konsulat dan Keamanan Wisatawan

Dengan kondisi ekonomi serba terbatas dan riwayat gangguan jiwa, Kawi mendapatkan bantuan Rp50 juta dan paket sembako dari sumbangan (punia) ASN Pemprov Bali, diserahkan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Putu Sumardiana.

Pasangan I Ketut Suardana dan Ni Luh Ariani dari Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem, juga menerima bantuan dana pembangunan rumah dan sembako. Mereka selama ini tinggal di gubuk reyot di tanah milik orang lain, meski sebenarnya memiliki sebidang tanah sendiri. Bantuan diserahkan oleh Sekretaris Dinas Dukcapil Provinsi Bali bersama perangkat daerah terkait.

Berita Terkait:  Buka Bina Posyandu 2026, Putri Koster Tekankan Kader Kuasai Enam Bidang SPM

Sementara itu, di Buleleng, bantuan diberikan kepada I Made Budiasa, buruh serabutan asal Desa Menyali, Kecamatan Sawan, yang menempati rumah semi permanen dari seng dan bambu. Bantuan diserahkan oleh Kadisnaker ESDM Provinsi Bali bersama Kadisbud Provinsi Bali.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menegaskan bantuan ini merupakan bentuk nyata solidaritas ASN Pemprov Bali. “Kami memilih penerima bantuan berdasarkan data resmi DTKS yang disesuaikan dengan desil kemiskinan. Harapannya, program ini bukan hanya memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga memulihkan martabat dan semangat hidup penerimanya,” ujarnya.

Berita Terkait:  Bergerak dan Berbagi di Kabupaten Tabanan, Ibu Putri Koster Ingin Tiga Kecamatan Jadi Percontohan PSBS

Ia menambahkan, program ini akan terus diupayakan secara berkelanjutan. “Setiap rumah yang dibangun adalah simbol kepedulian dan gotong royong. Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga Bali yang hidup di rumah yang tidak layak,” tegas Dewa Indra.

Dengan bantuan ini, Pemprov Bali berharap dapat menghadirkan rasa aman, nyaman, dan layak bagi masyarakat kurang mampu, sekaligus memaknai Hari Jadi ke-67 Provinsi Bali dengan aksi nyata untuk kesejahteraan rakyat. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI