PENGGUNAAN pendingin udara atau air conditioner (AC) dalam mobil menjadi kebutuhan utama bagi pengendara di tengah cuaca panas. Namun, dalam beberapa kasus, AC mobil dapat menjadi penyebab kematian mendadak bagi pengemudi maupun penumpang. Sejumlah ahli menyatakan bahwa keracunan gas karbon monoksida (CO) dan kurangnya oksigen di dalam kabin menjadi faktor utama dalam kejadian tersebut.
Penyebab Kematian dalam Mobil Akibat AC
Menurut Dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), penyebab utama kematian akibat AC mobil adalah keracunan karbon monoksida (CO).
“Gas CO merupakan gas beracun yang tidak berbau dan tidak berwarna. Jika terhirup dalam jumlah besar, gas ini akan mengikat hemoglobin dalam darah dan menghambat distribusi oksigen ke seluruh tubuh, menyebabkan kematian dalam hitungan menit,” paparnya kepada media beberapa waktu lalu.
Selain itu, kebocoran gas buang dari knalpot yang masuk ke dalam kabin akibat sistem pembuangan yang rusak juga berpotensi besar menyebabkan kematian.
“Ketika mobil berada dalam kondisi diam dengan mesin dan AC menyala, terutama di ruang tertutup atau dengan ventilasi buruk, risiko terpapar gas beracun meningkat drastis,” tambah Ir. Budiyanto, M.T., pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada wartawan belum lama ini.
Kasus Kematian Akibat AC Mobil di Indonesia
Kasus meninggalnya pengendara akibat AC mobil bukanlah hal baru di Indonesia. Salah satu kejadian tragis terjadi di Surabaya pada April 2025, di mana sepasang kekasih ditemukan tidak bernyawa dalam mobil yang masih menyala. Dugaan sementara menyebutkan keduanya mengalami keracunan gas karbon monoksida akibat kebocoran sistem pembuangan kendaraan.
Kejadian serupa juga terjadi di Magelang pada Februari 2025, ketika pasangan suami istri asal Sleman ditemukan meninggal di dalam mobil yang terparkir dengan mesin dan AC menyala. Pihak berwenang menduga penyebab kematian adalah kurangnya sirkulasi udara di dalam kendaraan, yang mengakibatkan kadar oksigen menurun drastis.
Dampak Keracunan Karbon Monoksida
Keracunan karbon monoksida memiliki dampak fatal bagi tubuh. Gejala awal meliputi: pusing dan mual, sakit kepala, jelelahan dan kebingungan, kehilangan kesadaran.
Jika tidak segera ditangani, paparan gas CO dalam jumlah besar dapat menyebabkan kematian akibat gagal napas dan kekurangan oksigen di otak.
Tips Mencegah Kematian Akibat AC Mobil
Untuk menghindari kejadian serupa, para ahli memberikan beberapa rekomendasi penting:
1. Hindari menyalakan AC dalam mobil yang diparkir dalam ruang tertutup, seperti garasi.
2. Pastikan sistem pembuangan gas buang dalam kondisi baik dengan melakukan pengecekan rutin pada knalpot dan saluran udara.
3. Jangan tidur di dalam mobil dengan AC menyala dalam kondisi mesin hidup terlalu lama.
4. Buka sedikit jendela jika harus berada dalam mobil dalam waktu lama, untuk memastikan sirkulasi udara tetap berjalan.
5. Lakukan servis kendaraan secara berkala guna memastikan tidak ada kebocoran pada sistem AC atau pembuangan gas buang.
Kesadaran akan bahaya ini menjadi hal penting bagi setiap pengemudi dan penumpang. Dengan memahami risikonya, kecelakaan akibat keracunan gas dalam mobil bisa dihindari, sehingga perjalanan tetap aman dan nyaman. (rah)











