Kolase foto: Kejadian bencana alam dan penanganannya oleh BPBD di Provinsi Bali (2-8 Desember 2024). (barometerbali/bpbdbali/213)
Denpasar | barometerbali – Cuaca ekstrem yang melanda Bali dari tanggal 2 hingga 8 Desember 2024 mengakibatkan sejumlah kejadian, meliputi pohon tumbang, banjir, tanah longsor, kerusakan bangunan, jalan jebol, dan abrasi.
Berdasarkan data yang dirangkum oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali serta BPBD kabupaten/kota se-Bali, berikut adalah rangkuman kejadian dan penanganannya:
- Pohon Tumbang
Kejadian pohon tumbang tercatat di 30 titik di berbagai kabupaten/kota, dengan rincian sebagai berikut:
- Kabupaten Badung: 3 titik
- Kabupaten Bangli: 5 titik
- Kabupaten Karangasem: 6 titik
- Kabupaten Gianyar: 3 titik
- Kabupaten Tabanan: 3 titik
- Kabupaten Buleleng: 10 titik
- Banjir
Banjir melanda 5 titik di Bali, dengan rincian sebagai berikut:
- Kabupaten Buleleng: 4 titik
- Kabupaten Karangasem: 1 titik
- Senderan Jebol
Kejadian senderan jebol tercatat di 7 titik, dengan rincian:
- Kabupaten Buleleng: 4 titik
- Kota Denpasar: 1 titik
- Kabupaten Karangasem: 2 titik
- Tanah Longsor
Bencana tanah longsor terjadi di 7 titik, yaitu:
- Kabupaten Buleleng: 3 titik
- Kabupaten Bangli: 1 titik
- Kabupaten Jembrana: 2 titik
- Kabupaten Gianyar: 1 titik
- Dahan Pohon Patah
Dahan pohon patah tercatat di 2 titik:
- Kabupaten Karangasem: 1 titik
- Kabupaten Buleleng: 1 titik
- Bangunan Roboh
Satu bangunan roboh dilaporkan di Kabupaten Buleleng. - Atap Rumah Jebol
Kejadian atap rumah jebol terjadi di 2 titik:
- Kabupaten Badung: 1 titik
- Kabupaten Jembrana: 1 titik
- Jalan Jebol
Jalan jebol tercatat di 1 titik, yaitu di Kabupaten Bangli. - Bak Penampungan Air Jebol
Kejadian bak penampungan air jebol tercatat di Kabupaten Buleleng. - Abrasi
Kejadian abrasi terjadi di 1 titik di Kabupaten Klungkung.
Kalaksa BPBD Prov. Bali, I Made Rentin dalam keterangan persnya yang disampaikan kepada barometerbali.com Senin (9/12/2014) menyatakan, fenomena cuaca ekstrem terjadi cukup meluas, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dilaporkan. Namun, kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp9,4 miliar.
“Berdasarkan Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Dasarian I Desember 2024 dari BBMKG Wilayah III Badung, Bali sudah memasuki musim hujan. Warga diimbau untuk mewaspadai curah hujan tinggi yang dapat menyebabkan banjir dan longsor,” imbau Rentin.
“Dengan semakin seringnya kejadian bencana, BPBD Provinsi Bali mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, demi mewujudkan Bali yang tangguh bencana,” sambung Rentin. (213)
Editor: Ngurah Dibia











