Bantah Gunakan LSD, Nuanu Klaim Izin Lengkap

Screenshot_20250829_200036_Gallery
Senior Legal Officer Nuanu Creative City Harianto (kiri), didampingi Ida Ayu Astari Prada, Brand & Communications Director dan juga Head of the Nuanu Social Fund menunjukkan dokumen dan perizinan yang sudah dilengkapi di venue Ash, Nuanu Creative City, Jumat (29/8/2025). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Tabanan – Nuanu Creative City menyampaikan apresiasi sekaligus memberikan tanggapan terkait pemberitaan pascakunjungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan Komisi I DPRD Bali saat meninjau langsung perkembangan Nuanu di Nyanyi, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, pada Kamis (28/8/2025).

Senior Legal Officer PT Wooden Fish Village (Nuanu Creative City), Gede Wahyu Harianto menuturkan respons yang diberikan oleh pihak pemerintah dan Komisi I DPRD Bali dipimpin Nyoman Budiutama didampingi anggotanya Made Supartha, Ketut Rochineng, Dr Somvir, dan Wayan Bawa bersifat konstruktif, sekaligus mengapresiasi upaya Nuanu dalam menjaga transparansi, mematuhi aturan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali. Ia juga menegaskan, Nuanu Creative City tak membangun di atas Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan memiliki perizinan yang lengkap.

“Kami menyambut baik peran pengawasan DPRD. Kami juga tegaskan Nuanu tak gunakan LSD dan izin-izin kami lengkap,” ungkap Harianto, saat menggelar konferensi pers didampingi Ida Ayu Astari Prada, Brand & Communications Director dan juga Head of the Nuanu Social Fund di venue Ash, Nuanu Creative City, Jumat (29/8/2025).

“Kunjungan ini menjadi kesempatan penting untuk menunjukkan kepatuhan Nuanu dan komitmen kami membangun dengan bertanggung jawab di Bali,” tandas Harianto.

Wahyu juga menegaskan beberapa poin utama yakni seluruh izin pokok dan persetujuan pembangunan maupun operasional sudah lengkap. Proses administrasi yang tersisa merupakan hal wajar untuk proyek berskala besar dan terus dikoordinasikan bersama pihak berwenang. Klaim bahwa izin Nuanu “tidak lengkap” merupakan informasi yang keliru dan tidak berdasar.

Berita Terkait:  KPU Bali Tegaskan Transparansi: Permasalahan Coktas DPDB Disoroti dalam Pleno Penetapan PDPB

“Tidak ada pembangunan di atas sawah yang dilindungi. Seluruh kegiatan dilakukan di lahan dengan sertifikat HGB, berada di zona pariwisata sesuai rencana tata ruang. Tuduhan bahwa Nuanu mengonversi lahan pertanian adalah tidak benar,” tegasnya

Dikatakan Nuanu berkontribusi besar secara finansial dan sosial, termasuk membayar pajak hotel dan restoran (PHR), menciptakan lapangan kerja, serta menyelenggarakan program budaya dan pendidikan.

“Nuanu dibangun dengan keyakinan bahwa pembangunan bisa menghormati budaya, menjaga lingkungan, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Kami bangga kunjungan kemarin menguatkan nilai-nilai tersebut, dan kami akan terus berkomitmen untuk mewujudkannya,” tambah Harianto.

Dalam kesempatan itu Ida Ayu Astari Prada selaku Brand & Communications Director dan juga Head of the Nuanu Social Fund menambahkan fokus utama adalah Nuanu Social Fund (NSF), yang sejak berdiri pada tahun 2023 telah berkontribusi sebesar Rp 4,128 miliar untuk berbagai inisiatif komunitas.

“Inisiatif-inisiatif ini selaras dengan pilar komitmen Nuanu dalam pendidikan, alam, kesehatan dan kesejahteraan, seni dan budaya, serta kehidupan berkelanjutan berbasis Tri Hita Karana,” jelas Dayu Prada panggilan akrabnya.

NSF imbuhnya, memberikan dampaknya melalui lima program utama: Inisiatif Sosial, Acara Sosial, Dukungan Langsung, Dana Asa Kriya Open Call, dan Proyek Fokus. Kelima program ini bertujuan untuk memperluas dampak sosial dan memperbesar manfaat bagi berbagai komunitas.

Hanya dalam dua kuartal pertama tahun 2025, NSF telah melibatkan 4.974 peserta melalui Acara Sosial, 893 penerima manfaat melalui Dukungan Langsung, dan 2.245 penerima manfaat melalui Program Dampak Sosial,” rincinya.

Berita Terkait:  Warga Binaan Jadi Tenaga Terampil, Lapas Kerobokan Berhasil Cetak SDM Unggul

Sepuluh sorotan program menunjukkan luas dan dalamnya kontribusi NSF yakni Restorasi Pura Beji (Rp 1.900.000.000) – menjaga warisan budaya Bali. Timpal Hub (Rp 139.927.000) – menciptakan ruang kolaborasi bagi pemuda dan wirausaha.

Selain itu, Restorasi & Pelatihan Gamelan Gambang (Rp 131.040.000) – menghidupkan kembali musik tradisional sakral. Buku Anak Berdaya (Rp 100.000.165) – mendorong literasi dan pemberdayaan anak-anak. Mesin Pencacah Plastik & Pelatihan (Rp 87.500.000*) – mengembangkan praktik pengelolaan sampah dan daur ulang.

Selanjutnya Dokumentasi & Keterlibatan Komunitas Ogoh-Ogoh (Rp 68.000.000) – melestarikan tradisi budaya dan memperkuat partisipasi masyarakat. Row for ROLE (Rp 52.000.000) – memperkuat kapasitas perempuan untuk pengembangan diri dan profesional.

Ada juga Proyek Komunitas Pertanian Umadaya (Rp 49.610.000) – mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Nuanu Dogs (Rp 25.000.000*) – meningkatkan kesejahteraan hewan dan kesadaran masyarakat. Farm-Pact: Farmers Advancement (Rp 24.640.000*) – memberdayakan petani melalui berbagi pengetahuan dan pertumbuhan kolektif.

“Nuanu Social Fund mencerminkan keyakinan kami bahwa pembangunan harus ikut mengangkat kesejahteraan masyarakat. Tahun ini saja, NSF mendukung pendidikan, menjaga tradisi budaya, dan memberi bantuan langsung. Ini bukan sekadar filantropi, melainkan cara Nuanu bertumbuh bersama Bali,” paparnya.

Isu akses jalan juga menjadi pembahasan. Selama ini Nuanu kerap memperbaiki jalan dengan biaya sendiri, namun perbaikan permanen tetap dibutuhkan karena pembangunan saluran drainase menjadi kewenangan pemerintah.

Berita Terkait:  Demer: Bali Harus Segera Dibenahi Agar Tetap Berkelanjutan

“Nuanu menegaskan tengah berkoordinasi aktif untuk mencari solusi jangka panjang. Selain itu, Nuanu juga sedang melakukan restorasi dua pura kuno yang ada di dalam kawasan sebagai bentuk komitmen budaya dan sosial,” terangnya.

Dayu Prada menekankan pentingnya ketepatan dalam menyebarkan informasi publik. Kami berharap pihak media sebagai pilar penyebar informasi yang akurat dan tepat dapat selalu menegakkan kebenaran. Nuanu siap menjalani proses sesuai jalur yang berlaku bagi media yang menyebarkan informasi tidak benar.

Konferensi pers ini menegaskan posisi Nuanu sebagai contoh investasi yang bertanggung jawab di Bali.

“Menandai kesiapan Nuanu dalam fase awal pengembangan, pada 30 Agustus 2025 Nuanu Creative City akan menggelar Grand Opening Fase Pertama dengan menghadirkan berbagai acara seni, budaya, serta kolaborasi komunitas yang menunjukkan kesiapan Nuanu menyambut wisatawan dan masyarakat luas,” pungkas Dayu Prada.

Tentang Nuanu Creative City
Nuanu didirikan oleh Pengusaha visioner asal Rusia, Sergey Solonin yang kemudian menjadi Nuanu Creative City pada 2020.

Nuanu adalah sebuah kawasan kreatif seluas 44 hektar di Bali, Indonesia, yang mewujudkan komitmen untuk hidup harmonis. Komunitas dinamis dari para kreator, pemimpin, dan agen perubahan diberdayakan untuk menumbuhkan budaya perubahan positif. Dirancang sebagai ekosistem yang terintegrasi, kawasan ini memiliki ruang-ruang khusus untuk pendidikan, seni & budaya, kebugaran, hiburan, dan kehidupan yang terinspirasi oleh alam, dengan visi untuk masa depan di mana elemen-elemen ini berpadu secara harmonis. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI