Barometer Bali |Gianyar – Skuad Banteng Jawa Timur (Jatim) akhirnya berdiri gagah di podium tertinggi Liga Kampung Soekarno Cup 2025. Kepastian itu diraih usai menundukkan Banteng Bali dengan skor 4-2 pada partai final yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (13/12/2025).
Sementara itu, posisi podium ketiga diamankan Banteng Sulawesi Selatan setelah sukses membungkam Banteng Jawa Tengah (Jateng) dengan skor meyakinkan 3-0.
Sejak peluit awal dibunyikan, laga final berlangsung ketat dan keras. Kedua tim sama-sama tampil all out. Banteng Jatim bermain disiplin dengan strategi menekan, sementara Banteng Bali juga memberikan perlawanan sengit. Namun, dominasi Banteng Jatim tak mampu dibendung hingga laga 2×90 menit berakhir.
Empat gol kemenangan Banteng Jatim dicetak oleh Umar Thoriq melalui titik putih penalti, Mohammad Atta Jabrani pada menit ke-14, Ricky Dwi Laksono juga lewat eksekusi penalti, serta gol penutup yang dilesakkan Gusti Tirta Leo Nastaoerey, kembali dari titik putih.
Adapun dua gol balasan Banteng Bali seluruhnya dicetak oleh kapten tim I Made Antha Wijaya, masing-masing melalui tendangan penalti pada menit ke-78 dan menit ke-85.
Usai pertandingan, pelatih kepala Banteng Bali, Anak Agung Ketut Bramastra, mengakui kekalahan timnya lebih disebabkan faktor keberuntungan.
“Kami kurang beruntung saja dan kurang akurat dalam penyelesaian akhir. Ini akan menjadi bahan evaluasi total ke depan,” ujar pelatih yang akrab disapa Gung Bram itu.
Pada laga perebutan tempat ketiga sebelumnya, Wahyu tampil gemilang sebagai pahlawan Banteng Sulawesi Selatan dengan mencetak hattrick pada menit ke-37, 55, dan 71. Tiga gol tersebut memastikan timnya naik ke podium ketiga dan berhak atas medali perunggu.
Pelatih kepala Banteng Sulawesi Selatan, Anugrah Agung Rosyam, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. Ia menilai para pemainnya mampu bekerja keras dan menjalankan instruksi dengan baik sepanjang pertandingan.
“Kami bersyukur karena pulang tidak dengan tangan kosong, meski juara III. Turnamen ini sangat ketat dan sengit sejak awal. Apalagi rata-rata pemain kami berusia di bawah 17 tahun. Kami terus mendorong mereka untuk tetap belajar, berlatih, dan terus berlatih,” tegasnya.
Di sela-sela laga final, juga dilakukan penyerahan dana Gotong Royong PDI Perjuangan sebesar Rp517 juta. Dana tersebut diserahkan oleh Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDI Perjuangan, Prananda Prabowo, didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, kepada Ketua DPD PDIP Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh di Stadion Dipta, Gianyar.
Dana gotong royong tersebut diperuntukkan membantu para korban banjir di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Penyerahan dilakukan di tengah berlangsungnya partai final Liga Kampung Soekarno Cup 2025 antara Jawa Timur melawan Bali, dengan harapan dapat meringankan beban saudara-saudara yang terdampak bencana banjir. (red)











