Barometer Bali | Singasana – Fakta menarik terungkap dalam forum perencanaan pembangunan daerah. Meski memiliki karakter ekonomi yang berbeda, Kabupaten Tabanan dan Badung ternyata mencatat tingkat pengangguran yang hampir sama pada tahun 2025.
Data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menunjukkan Tabanan berada di angka 1,58 persen, sementara Badung sedikit lebih rendah di angka 1,57 persen. Angka ini juga berada di atas rata-rata Provinsi Bali yang tercatat sebesar 1,49 persen.
Data tersebut disampaikan oleh Kepala Bappeda Provinsi Bali, Dr. I Wayan Wiasthana Ika Putra, S.Sos., M.Si, dalam Musrenbang RKPD Semesta Berencana Kabupaten Tabanan Tahun 2027 yang digelar di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana, Selasa (31/3).
Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa tingginya aktivitas ekonomi tidak selalu berbanding lurus dengan rendahnya tingkat pengangguran. Badung sebagai pusat pariwisata dan jasa di Bali, nyatanya memiliki tingkat pengangguran yang hampir setara dengan Tabanan yang berbasis pertanian dan ekonomi lokal.
“Di Tabanan, struktur ekonomi yang didominasi sektor pertanian, UMKM, dan sektor penunjang pariwisata dinilai mampu menjaga stabilitas lapangan kerja. Namun, sebagian besar pekerjaan masih berada pada sektor informal, sehingga perlu penguatan pada peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja,” jelas I Wayan Wiasthana Ika Putra.
Data tersebut menunjukkan bahwa masing-masing daerah menghadapi tantangan yang berbeda. Tabanan didorong untuk memperkuat diversifikasi ekonomi dan meningkatkan nilai tambah sektor unggulan.
Menanggapi paparan tersebut, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M ketika dikonfirmasi pada Sabtu (4/4) menyatakan bahwa capaian TPT Tabanan menunjukkan tren positif dibanding tahun sebelumnya.
“Jika dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 1,85 persen, TPT Tabanan tahun 2025 turun menjadi 1,58 persen. Ini menunjukkan adanya perbaikan dalam penyerapan tenaga kerja di daerah,” ujar I Komang Gede Sanjaya.
Namun demikian, pihaknya menegaskan bahwa penurunan angka tersebut belum menjadi alasan untuk berpuas diri.
“Kami tidak hanya fokus pada penurunan angka pengangguran, tetapi juga peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja agar mampu bersaing di berbagai sektor, baik lokal maupun nasional,” lanjutnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tabanan akan terus mendorong penguatan sektor pertanian modern, UMKM, serta pengembangan ekonomi kreatif sebagai upaya membuka lapangan kerja baru yang lebih berkualitas. (tmc/rah)










