Foto : Ketua Badan pengawas pemilu (Bawaslu) kota Denpasar, Putu Hardy Sarjana, Kamis (14/11/2024). (sumber : BB/Rian)
Denpasar I barometerbali – Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Kota Denpasar telah mempersiapkan beberapa langkah strategis dalam menghadapi berbagai kecurangan di Pilkada serentak pada 27 November 2024 mendatang.
Ketua Bawaslu Denpasar, I Putu Hardy Sarjana,mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan lebih dari seribu pengawas tempat pemungutan suara (TPS) yang akan ditempatkan di seluruh wilayah kota Denpasar.
“Sampai saat ini, kami telah melakukan bimbingan teknis (bimtek) untuk para pengawas. Bimtek ini berlangsung hingga 23 November 2024, dan bertujuan untuk mempersiapkan mereka dalam mengenali dan menangani berbagai potensi kecurangan yang bisa terjadi selama proses pemilu,” ujar Ketua Bawaslu Denpasar, Kamis (14/11/2024).
Selain itu, Bawaslu juga telah melaksanakan sejumlah langkah pencegahan dini untuk menghadapi berbagai isu sensitif yang sering muncul dalam pemilu, seperti politik uang (money politics), serta menjaga agar masa tenang tetap dihormati oleh semua pihak, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU), media, dan para pasangan calon.
“Beberapa isu yang kami tekankan adalah pentingnya menjaga integritas pada masa tenang, pencegahan praktik politik uang, dan memastikan persiapan logistik pemilu yang lancar pada hari-H, 27 November nanti,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada pengawasan di TPS, Bawaslu Denpasar juga berperan aktif dalam mengawasi distribusi logistik pemilu. Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Ketua KPU, pada 25 November 2024, Bawaslu akan terlibat langsung dalam memantau proses pendistribusian logistik pemilu dari KPU ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), hingga ke setiap TPS.
Keterlibatan ini akan melibatkan seluruh jajaran pengawas, mulai dari Pengawas Kelurahan/Desa (PKD), Pengawas Kecamatan (PANWASCAM), hingga pengawas di tingkat TPS.
“Mulai dari PKD, Panwascam, PPS sampai di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS),” tutupnya.
Reporter : Rian Ngari
Editor : Ngurah Dibia











