Jakarta | barometerbali – Saat menghadiri acara, baik itu formal maupun nonformal, penampilan menjadi hal penting yang harus diperhatikan.
Penampilan membawa pengaruh yang penting terhadap kesan pertama orang lain.
Pasalnya, suka tidak suka, cara berpakaian seseorang memang mencerminkan kepribadiannya.
Menurut Ivan Gunawan, terdapat beberapa hal yang harus diperhatkan saat memilih pakaian untuk menghadiri sebuah acara.
1. Sesuaikan Pakaian dengan Tempatnya
Ivan Gunawan menyoroti pentingnya penyesuaian pakaian di beberapa tempat.
Sayangnya, masih banyak yang mengenakan kostum atau pakaian yang tidak sesuai dengan tempatnya.
“Berpakaian harus sesuai pada tempatnya. Mau ke mana, acaranya apa,” ujar Ivan saat ditemui usai acara pembukaan Garis Poetih Raya Festival 2025, Kamis 16 Januari 2025, di Pondok Indah Mal, Jakarta.
Jika acara tersebut bersifat formal, Ivan menyarankan untuk mengenakan pakaian-pakaian formal seperti jas dan gaun.
Jika acara bersifat nonformal, pakaian-pakaian dengan bahan yang nyaman dan tidak rumit bisa menjadi pilihan yang tepat.
2. Perhatikan Dress Code
Selain menyesuaikan pakaian dengan tempatnya, hal lain yang harus diperhatikan adalah dress code yang telah ditentukan oleh penyelenggara acara.
“Kalau acara-acara khusus, itu sering orang menggunakan dress code. Nah betapa pentingnya, orang itu datang harus baca dress code-nya, supaya tidak salah kostum,” jelas juri Indonesia’s Next Top Model (INTM) ini.
Ivan juga menyarankan untuk bertanya kepada penyelenggara acara, jika terdapat informasi yang kurang dipahami.
Dengan begitu, tidak ada kesalahpahaman mengenai pakaian yang seharusnya dikenakan.
3. Berpakaian dengan Bijak
Ivan juga menyarankan untuk berpakaian dengan bijak, terlepas dari dress code dan kesesuaian pakaian dengan tempatnya.
“Berpakaian dengan bijak artinya kita memahami situasi dan menghormati norma-norma yang berlaku di tempat atau acara tersebut,” ungkap Ivan.
Hal ini mencakup pemilihan pakaian yang sopan dan tidak berlebihan, terutama jika menghadiri acara yang bersifat formal atau keagamaan. (ari)











