Barometer Bali | Denpasar – Sebanyak mahasiswa KKN PPM UGM di 11 lokasi wilayah Bali dibekali pemahaman literasi gender serta perlindungan anak dan perempuan melalui webinar yang digelar pada Sabtu, 11 Juli 2026 via Zoom Meeting.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Keluarga Alumni Gadjah Mada – Kagama Bali dengan para mahasiswa KKN PPM UGM area Bali, dengan dukungan Dosen Pembimbing Lapangan.
Ketua Kagama Bali yang diwakili oleh Penasehat Kagama Bali, Anak Agung Gede Putra, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap webinar ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam melaksanakan program kerja di desa-desa dengan prinsip adil gender.
“Namun demikian, untuk konteks Bali tetap perlu memperhatikan budaya yang ada. Kegiatan yang dibuat harus melibatkan tokoh-tokoh adat dan tokoh masyarakat di desa,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Senada dengan itu, perwakilan DPL UGM, Drg. Triana Wahyu Utami, MD.Sc, Ph.D, mengapresiasi dukungan Kagama Bali bagi mahasiswa KKN di Bali. Menurutnya, materi literasi gender sangat dibutuhkan agar mahasiswa memiliki kesadaran untuk merancang program kerja yang inklusif.
“Materi ini sangat dibutuhkan untuk membantu para mahasiswa agar memiliki kesadaran gender sehingga dapat mendukung pelaksanaan proker yang diharapkan dapat melibatkan semua pihak, laki-laki dan perempuan tanpa pembedaan,” ungkapnya.
Sebagai keynote speaker, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah – KPAD Provinsi Bali, Ir. I Made Ariasa, M.Pd, memaparkan kondisi riil perlindungan anak di Bali. Ia menyampaikan bahwa jumlah kasus kekerasan pada anak, baik fisik, verbal, maupun online masih tergolong tinggi dan tersebar di berbagai kabupaten/kota.
“Jenisnya juga makin beragam. Upaya-upaya perlindungan bagi anak yang dilakukan oleh KPAD selama ini mencakup ranah pencegahan, penanganan, maupun pemulihan,” jelas Made Ariasa.
Selain itu, webinar ini juga menghadirkan dua narasumber lain, yaitu Ima Gita, S.Sos selaku Kagama Muda dan Project Manager PKBI Bali, serta Th. Triza Yusino, S.Sos selaku Pengurus Kagama Bali dan PP Kagama Departemen GEDSI.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa KKN PPM UGM dapat menjadi agen perubahan di desa binaan dengan mengarusutamakan isu gender, perlindungan anak dan perempuan, sekaligus menghormati kearifan lokal budaya Bali. (red)










