Barometer Bali | Denpasar — Dunia akademik dan hukum di Bali berduka. Telah berpulang Prof Dr I Dewa Gede Atmadja, SH, MS, seorang guru besar, akademisi, dan pengamat hukum yang dikenal kritis, tegas, dan konsisten memperjuangkan nilai-nilai keadilan.
Jenazah almarhum telah dipulangkan ke Puri Batuaya, Karangasem, Minggu (9/11/2025), dan akan diplebon Selasa (11/11/2025) di Setra Desa Adat Karangasem.
Kabar duka ini disampaikan oleh Dr. Komang Suarsana, mantan wartawan senior dan politisi, yang mengenang almarhum sebagai sosok intelektual yang berani bersuara di tengah arus kekuasaan.
“Prof. Atmadja adalah narasumber tetap saya saat masih menjadi wartawan di Bali Post. Beliau selalu tajam dan berani mengkritisi kebijakan hukum tanpa pandang bulu. Kritiknya kadang keras, tapi selalu berlandaskan nalar akademik dan keberpihakan pada kebenaran,” ucap Dr. Suarsana di Denpasar dengan nada haru, Sabtu (8/11/2025).
Prof. Atmadja lahir di Amlapura, Karangasem, pada 11 Juni 1944. Ia menamatkan pendidikan S-1 di Fakultas Hukum Universitas Udayana (1973), kemudian meraih gelar S-2 dan S-3 di Universitas Airlangga, Surabaya (masing-masing tahun 1984 dan 1994). Sebagian besar hidupnya ia abdikan untuk mengajar di Fakultas Hukum Universitas Udayana, dan hingga akhir hayat masih aktif di Universitas Warmadewa.
Kepergian Prof. Atmadja meninggalkan duka mendalam bagi dunia akademik Bali, seorang cendekiawan yang bukan hanya mengajar hukum, tetapi juga menegakkan nurani keilmuan dan keberanian moral dalam setiap kata dan tindakannya.
“Selamat jalan Prof Dewa Gede Atmadja. Dedikasi dan keteguhanmu akan selalu dikenang,” pungkas Komang Suarsana. (rah)











