Barometerbali.com | Mangupura – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Brightly Global (BG) Academy menegaskan komitmennya untuk mengembalikan dana delapan peserta pelatihan Batch 3 yang memilih mundur dari program studi sambil bekerja paruh waktu di Australia. CEO BG Academy, Tjok Tuty Ismayanthi, menyampaikan hal ini dalam pertemuan bersama perwakilan peserta dan orang tua, di sebuah cafe kawasan Kapal, Mengwi, Badung, Senin (7/4/2025).
Pernyataan tersebut mempertegas kesepakatan yang sebelumnya dicapai dalam pertemuan di Kampus BG Academy, Kapal, Mengwi, Badung, pada Sabtu (5/4/2025). Pengembalian dana telah dituangkan dalam surat perjanjian resmi yang ditandatangani kedua belah pihak.
Kesalahpahaman Terkait Visa
Menurut Tjok Tuty, persoalan ini berawal dari kesalahan komunikasi terkait kepastian visa. Ia menjelaskan bahwa mantan Direktur Hospitality BG Academy, Nengah Kurniawan—yang telah mengundurkan diri pada 26 Maret 2025—tidak menyampaikan informasi secara lengkap.
“Dalam SOP kami jelas disebutkan bahwa visa Australia tidak dijamin 100 persen granted (lolos, red). Kami menyadari ada miskomunikasi, dan untuk itu kami meminta maaf,” ucap Tjok Tuty didampingi Direktur Operasional Medical BG Academy Dewa Putra, dan Manajer Akademik BG Academy Dewa Yadnya.
Salah satu peserta, I Wayan Duta Kirana Lamben (21), mengonfirmasi hal tersebut. Ia bersama tujuh peserta lainnya memutuskan mundur setelah mengetahui bahwa tidak ada jaminan pasti mendapatkan visa.
“Kami menyelesaikan masalah ini dengan baik. BG Academy telah menunjukkan itikad baik dengan menjamin pengembalian dana,” papar Duta didampingi I Gusti Ayu Mitha.
Senada dengan putranya, I Wayan Sudina juga mengapresiasi kesediaan BG Academy untuk berdialog dan menepati kesepakatan.
“Kami menghargai komitmen mereka, tetapi jika hingga akhir April belum ada pengembalian dana, kami akan menempuh langkah lain,” tegasnya didampingi I Gusti Ngurah Suprabu dan orang tua siswa lainnya.
Sebagian Peserta Tetap Lanjutkan Program
Dari total 15 peserta Batch 3, tujuh lainnya tetap melanjutkan proses pengajuan visa secara mandiri.
“Mereka memahami prosedur yang berlaku dan telah mendapatkan persetujuan orang tua,” jelas Tjok Tuty.
BG Academy berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi terkait program pendidikan luar negeri. Mereka juga menegaskan bahwa dalam sistem mereka, keputusan akhir terkait visa sepenuhnya berada di tangan pemerintah Australia. (rah)











