BI Bali Dorong Gotong Royong TPID Badung Kendalikan Inflasi Jelang HBKN

Screenshot_20260307_200657_WhatsAppBusiness
Pemerintah Kabupaten Badung bersama Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali memperkuat sinergi pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi dan Idulfitri 2026. (barometerbali/red)

Barometer Bali | Badung – Pemerintah Kabupaten Badung bersama Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali memperkuat sinergi pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi dan Idulfitri 2026. Upaya tersebut dibahas dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung yang digelar di Pusat Pemerintahan Badung, Mangupraja Mandala, Kamis (5/3/2026).

Rapat strategis tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta dan dihadiri Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan I Made Agus Aryawan, Kepala BPS Badung Made Bimbo Abdi Suardika, Direktur Utama Perumda Mangu Giri Sedana Kompiang Gede Pasek Wedha, serta Manajer Supply Chain & Pelayanan Publik Perum Bulog Eko Yudi Miranto, bersama perangkat daerah anggota TPID Badung.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Badung menekankan pentingnya semangat gotong royong antarinstansi dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

Berita Terkait:  Wujudkan Klungkung Asri, Bupati Satria Pimpin Aksi Gotong Royong Bersih Pantai di Pura Watu Klotok

“Saya mengapresiasi koordinasi TPID yang selama ini solid menjaga stabilitas inflasi. Ke depan kita harus terus memperkuat kolaborasi, terutama mencari solusi permanen terhadap komoditas cabai yang kerap menjadi penyumbang utama inflasi,” ujar Bagus Alit Sucipta.

Sebagai langkah cepat pengendalian harga, sejumlah perangkat daerah telah menyiapkan program quick wins. Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung akan menggelar pasar murah menjelang Nyepi dan Idulfitri. Sementara Dinas Pertanian dan Pangan akan melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) bekerja sama dengan Bulog dan Perumda Mangu Giri Sedana.

Selain itu, Dinas Perikanan Badung juga akan menyalurkan 200 paket olahan ikan kepada masyarakat yang sekaligus mendukung program penanganan stunting.
Deputi Kepala Perwakilan BI Bali Ronald D. Parluhutan menegaskan bahwa Badung memiliki peran penting dalam pengendalian inflasi di Bali karena menyumbang 23,6 persen dalam penghitungan inflasi provinsi.

“HLM TPID hari ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan, khususnya menjelang Nyepi dan Ramadan-Idulfitri yang secara historis selalu mendorong kenaikan permintaan,” jelas Ronald.

Berita Terkait:  JNE Berikan Bonus Puluhan Juta untuk Skuad Cosmo JNE FC yang Berprestasi membela Timnas di ajang Asia

Ia juga menyampaikan bahwa Bank Indonesia terus memberikan dukungan dan fasilitasi bagi pengembangan ekonomi daerah, termasuk dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Badung I Made Agus Aryawan melaporkan bahwa inflasi Badung pada Februari 2026 tercatat sebesar 1,04 persen (mtm). Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya permintaan menjelang Ramadan serta gangguan pasokan akibat faktor cuaca.

Kepala BPS Badung Made Bimbo Abdi Suardika menambahkan, meskipun inflasi bulanan Badung tercatat tertinggi di Bali, namun secara tahun kalender (year to date) masih relatif terkendali di level 0,25 persen.
Beberapa komoditas yang perlu diwaspadai menjelang HBKN antara lain cabai rawit, beras, daging ayam ras, bawang merah, dan canang sari.

Berita Terkait:  Sinergi BI Bali dan Media Perkuat Optimisme Ekonomi Jelang Nyepi dan Idulfitri

Dalam upaya menjaga stabilitas harga, Perumda Mangu Giri Sedana (MGS) menyiapkan skema bisnis yang mengintegrasikan petani, pelaku usaha, perbankan hingga pemerintah daerah dalam satu ekosistem ketahanan pangan.
Direktur Utama Perumda MGS Kompiang Gede Pasek Wedha menjelaskan, sejumlah langkah konkret yang dilakukan antara lain operasi pasar, pasar murah, pembukaan gerai pasar rakyat, pemantauan distributor, serta memperkuat Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan menggandeng PT Food Station Tjipinang untuk menjamin ketersediaan stok beras.

Dukungan serupa juga datang dari Perum Bulog yang memastikan ketersediaan bahan pokok strategis seperti beras, jagung, dan minyak goreng serta siap mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah bersama TPID.

Melalui sinergi tersebut, Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Badung optimistis pengendalian inflasi dapat berjalan optimal sehingga mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI