Kolase foto: Cabup/Cawabup Jembrana Kembang Hartawan dan Patriana Krisna (Bang Ipat) usai menghadiri acara di Delod Berawah langsung meluncur ke lokasi banjir di wilayah Br. Bilukpoh, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Minggu (1/12/2024). (barometerbali/istimewa)
Jembrana | barometerbali – Mendapat laporan warga terjadi kebanjiran di Bilukpoh, rasa peduli dan “gercep” (gerak cepat) ditunjukkan pasangan Cabup/Cawabup Jembrana Kembang Hartawan dan Patriana Krisna (Bang Ipat). Mereka pun langsung meluncur ke lokasi kejadian tepatnya wilayah Br. Bilukpoh, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Minggu (1/12/2024).
Saat itu Bang-Ipat usai menghadiri acara di Delod Berawah, menyempatkan diri turun meninjau lokasi banjir dan melakukan pembersihan bersama masyarakat setempat dan berkoordinasi dengan petugas mengatasi situasi dan kondisi yang ada.
“Saya dapat info dari warga, segera kita meninjau ke lapangan bersama wakil (Ipat) dan ketua dewan. Curah hujan tinggi mengakibatkan banyak terjadi banjir dan longsor,” ungkap Kembang saat dikonfirmasi barometerbali.com, Minggu (1/12/2024).
Hal senada disampaikan Ipat, persoalan bencana alam dalam hal ini banjir, harus diselesaikan secara koordinatif dan komprehensif oleh seluruh pihak dan instansi terkait di Kabupaten Jembrana.
“Di lokasi memang sering terjadi banjir. Solusi harus menyeluruh, tidak bisa parsial,” tandas Ipat pendamping Kembang (Bang Ipat) yang unggul dalam hasil rekapitulasi suara hitung cepat (quick count) Pilkada Jembrana 2024 atas paslon Tamba-Dana.
Sebelumnya di kawasan ini diberitakan rawan banjir. Jalan di ujung barat Jembatan Bilukpoh, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali pernah jebol akibat banjir pada Selasa (20/2/2023) sore.
Bagian jalan yang jebol panjangnya sekitar satu meter. Lubang itu membahayakan pengguna jalan saat melintas. Jebolnya jalan di dekat Jembatan Bilukpoh ini juga menjadi perhatian khusus Polres Jembrana karena merupakan jalur nasional Denpasar-Gilimanuk yang kerap dilewati kendaran besar dan rawan kecelakaan. Mengingat jembatan dan jalan yang disebutkan pemiliharaannya dan tanggung jawab dari Balai Jalan Nasional, pernah diterjang banjir bandang pada Oktober 2022 lalu. (217)
Editor: Ngurah Dibia











