BPBD Bali Perkuat Langkah Kolaboratif untuk Mewujudkan Resiliensi Bencana

IMG-20260219-WA0032
Foto: kick-off Rapat Koordinasi Rencana Kerja Tahunan untuk tahun 2026. (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Kejadian  bencana memiliki keterkaitan dengan kondisi masyarakat, seperti intensitas paparan, kerentanan, dan kesiapsiagaannya saat terjadinya bencana, termasuk untuk tingkat kerugian  baik  keselamatan,  dampak  ekonomi,  dan  lingkungan.  Untuk  itu,  Badan  Penanggulangan Bencana   Daerah   (BPBD)   Provinsi   Bali,   yang   didukung   oleh   Program   SIAP   SIAGA   (Kemitraan Australia-Indonesia  Untuk  Manajemen  Risiko  Bencana),  selalu menerapkan pendekatan sistem yang menyeluruh dalam upaya-upaya penanggulangan bencana yang dilakukan. Langkah ini makin diperkuat melalui  kolaborasi  yang  efektif  dengan  berbagai  Organisasi  Perangkat Daerah (OPD), pelaku usaha, tokoh-tokoh   masyarakat   serta   organisasi   masyarakat   sipil.   Hal   ini   dilakukan   dengan  menyusun manajemen risiko bencana yang efektif dan berkelanjutan.

Dengan tujuan untuk makin menguatkan upaya kolaboratif tersebut, BPBD Bali dan Program SIAP SIAGA, serta berbagai instansi dan organisasi mitra terkait, hari ini, menyelenggarakan kick-off Rapat Koordinasi Rencana Kerja Tahunan untuk tahun 2026.

Diharapkan melalui kick-off ini dapat menjadi sebuah tonggak awal di tahun 2026 dalam memastikan terwujudnya keselarasan antara kegiatan pelaksanaan program dan prioritas daerah, serta memperkuat dukungan dan komitmen kolaborasi multipihak. “Kami berharap melalui forum ini, dapat menyelaraskan kesepahaman arah dan memperkuat komitmen lintas sektor, serta masukan konkret untuk memperkuat implementasi kegiatan di lapangan. Sebagai mitra pemerintah provinsi, khususnya BPBD Bali, SIAP SIAGA berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam melindungi semua lapisan masyarakat Bali saat terjadi bencana,” ungkap Deswanto Marbun, Head of Sub-National Programs, Program SIAP SIAGA.

Berita Terkait:  Bupati Sanjaya Sembahyang Pujawali Ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan

Jalinan kolaborasi dengan berbagai sektor seperti pemerintah, pendidikan, pariwisata, dan desa adat telah berhasil melahirkan berbagai inisiatif. Seperti pada bulan Oktober 2025, dimana untuk pertama kalinya Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB) telah berhasil diluncurkan. Inisiatif tersebut mencerminkan komitmen nyata terhadap pembangunan manajemen bencana yang inklusif. Kelompok disabilitas dilibatkan secara bermakna, dengan turut berpartisipasi sebagai penentu strategi dan rencana implementasi, sehingga memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal saat terjadi bencana.

Selain  itu,  elemen  kesetaraan  gender,  disabilitas, dan  inklusi  sosial  (GEDSI)  juga  telah  berhasil diwujudkan dalam perancangan  Kampus Siaga Bencana(KSB). Hingga kini, telah terdapat 35 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang mendeklarasikan kampusnya sebagai KSB.

Para  pelaku  usaha   bisnis pariwisata,  juga telah terlibat aktif dalam upaya mitigasi bencana di Bali. Melalui Sertifikasi Kesiapsiagaan Bencana (SKB), Pemerintah Provinsi Bali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan pariwisata yang aman bencana.

Berita Terkait:  Percepat Penguatan Infrastruktur Darat hingga Laut, Koster Lobi Menteri PPN/Kepala Bappenas RI

Di samping pelibatan berbagai sektor, peran aktif masyarakat juga diperlukan untuk mendukung resiliensi terhadap bencana. Melalui Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), dengan dukungan dari Program SIAP SIAGA, telah melakukan pendampingan pada beberapa desa adat di Bali, seperti Desa Adat Dukuh dan  Desa  Adat  Temukus.  “Bencana  jadi  urusan  semua,  semua  pihak  perlu  melakukan manajemen bencana, karena bencana itu pasti terjadi, pasti berulang, bisa menimpa siapa saja, sehingga itu menjadi urusan bersama. Untuk itu, kolaborasi adalah keniscayaan, harus dilakukan,” kata I Gede Agung Teja, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali.

Kolaborasi menjadi salah satu aspek penting yang perlu ada dalam kerja-kerja manajemen kebencanaan. Di samping itu, I Gede Agung Teja juga menambahkan tiga aspek lainnya yang tidak bisa dilewatkan, yaitu rasa memiliki terhadap program, pengintegrasian, dan keberlanjutan. “Kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan secara berkala, karena bencana itu dapat berulang, jadi kita harus membangun ketangguhan yang berkelanjutan. Kolaborasi dan dukungan yang sudah terbangun perlu kita lanjutkan dan kuatkan untuk menjadi lebih baik lagi,” tambah I Gede Agung Teja.

Terawatnya komitmen dan inisiatif oleh seluruh mitra utama dapat menjadi acuan untuk memperluas dampak-dampak baik yang telah dibangun. Misalnya, saat kerja-kerja baik dapat menjalar ke sektor dan wilayah lainnya, serta diadaptasi mengikuti kondisi lokal. Maka dari itu, pada AWP 2026 ini, terdapat delapan program yang akan diprioritaskan melalui kerja kolaboratif multipihak.

Berita Terkait:  Peringati Hari Tumpek Uye, Persembahyangan Bersama Dipusatkan di Pura Watu Klotok

Pertama, dimulai dari peningkatan sistem penanggulangan bencana melalui dukungan terhadap Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA). Kedua, penguatan strategi penanggulangan bencana dengan pendampingan teknis dan penyusunan kebijakan. Ketiga, pendampingan untuk pemetaan risiko bencana yang dibarengi dengan pengelolaan data, informasi, dan komunikasi. Keempat, kolaborasi pentahelix untuk mengembangan kebijakan dan aturan terkait kesiapsiagaan bencana. Kelima, upaya untuk meningkatkan kualitas penanggulangan keadaan darurat dan pascabencana melalui peningkatan kapasitas.  Terakhir,  dukungan  untuk  meningkatkan  kapasitas logistik dan peralatan penanggulangan bencana lokal.

Kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan bencana pada pelaksanaan delapan program prioritas tahun 2026 tersebut, merupakan sebuah momentum penting dalam menyelaraskan pemahaman, menguatkan  sinergitas  dan menjalin komitmen bersama dari berbagai para pemangku kepentingan. Dengan demikian, program yang dirancang dan diimplementasikan secara kolektif dapat berjalan secara berkelanjutan guna memastikan keselamatan bagi seluruh lapisan masyarakat di Bali. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI