Barometer Bali | Tabanan – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tabanan (BPBD) melaksanakan kegiatan Sosialisasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana Kabupaten/Kota Tahun 2026. Kegiatan ini digelar selama dua hari, Rabu dan Kamis (25–26 Februari 2026), bertempat di Ruang Rapat Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Tabanan dalam memperkuat ketahanan wilayah terhadap potensi bencana, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan aspek keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.
Pada hari pertama, sosialisasi mengangkat tema Penilaian Ketangguhan Desa (PKD). Kegiatan diikuti oleh 50 peserta perwakilan desa serta 10 kader posyandu dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Tabanan. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada penguatan kapasitas desa dalam melakukan identifikasi risiko, kesiapsiagaan, serta tata kelola kebencanaan berbasis komunitas.
Dalam kesempatan tersebut, BPBD Tabanan juga menyerahkan spanduk Peringatan Cuaca Ekstrem kepada perwakilan desa untuk dipasang di masing-masing wilayah. Langkah ini bertujuan agar informasi kebencanaan dapat diakses secara cepat dan mudah oleh masyarakat, sehingga kewaspadaan terhadap potensi bencana semakin meningkat.
Memasuki hari kedua, tema yang diusung adalah Satuan Pendidikan Aman Bencana. Sosialisasi diikuti oleh 60 tenaga pendidik dari seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Tabanan, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan. Materi difokuskan pada penyusunan rencana kontinjensi sekolah, simulasi evakuasi, serta integrasi edukasi kebencanaan dalam lingkungan pendidikan.
Kegiatan ini selaras dengan arahan Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, yang menekankan pentingnya membangun Tabanan sebagai daerah yang aman, tertib, dan tangguh menghadapi berbagai potensi risiko. Dalam berbagai kesempatan, Bupati Sanjaya mengingatkan bahwa perlindungan masyarakat harus dimulai dari penguatan desa serta satuan pendidikan sebagai ruang tumbuh generasi penerus.
Melalui kegiatan KIE ini, Pemkab Tabanan berharap terwujud desa-desa yang memiliki sistem kesiapsiagaan yang terstruktur serta sekolah-sekolah yang mampu menjamin keamanan proses belajar mengajar. Upaya ini menjadi bagian dari langkah strategis menuju Tabanan yang harmonis, berdaya saing, dan terlindungi dari ancaman bencana. (rah)










