Bro Shalah: Lindi TPA Suwung Perlu Penanganan Terpadu, Teknologi dan Pengawasan Jadi Kunci

Screenshot_20260924_093823_InCollage - Collage Maker
OPTIMIS - Bro Shalah optimistis perbaikan instalasi yang sedang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali mampu mengatasi persoalan lindi apabila dilaksanakan secara konsisten dan terukur. (Barometer Bali/Red)

Barometer Bali | Denpasar — Persoalan air lindi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Sarbagita Suwung membutuhkan penanganan terpadu, mulai dari pemetaan karakteristik limbah, pembenahan instalasi pengolahan, hingga pengawasan kualitas air secara berkala.

Muhammad Shalahudin Jamil menilai metode pengolahan lindi di TPA Suwung tidak dapat disamakan dengan penanganan limbah berskala kecil. Sebab, cairan tersebut terbentuk dari timbunan sampah yang terakumulasi selama puluhan tahun.

“Air lindi ini berkumpul setelah sekian puluh tahun. Karena itu, penanganannya tidak bisa sembarangan dan tidak seperti treatment air lindi pada umumnya dengan skala kecil,” kata Shalahudin yang akrab disapa Bro Shalah, di Denpasar, Rabu (23/9/2026).

Shalahudin merupakan Wakil Bendahara Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali Bidang III ESDM, Lingkungan Hidup dan Kehutanan menuturkan, TPA Suwung telah beroperasi sekitar empat dekade dan menjadi salah satu lokasi utama pembuangan sampah dari kawasan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.

Berita Terkait:  Koster Komit Bali Mandiri Energi, Pertalindo Dorong Kemudahan Investasi Energi Bersih

Sebelum dilakukan pembatasan operasional, volume sampah yang masuk ke kawasan tersebut pernah mencapai sekitar 1.000 ton per hari.

Lamanya timbunan dan besarnya volume sampah membuat kandungan lindi menjadi lebih kompleks. Karena itu, pengolahannya tidak cukup hanya mengandalkan proses biologis berbasis mikroorganisme.

“Air lindi yang sudah menahun, bahkan puluhan tahun, memerlukan treatment khusus agar dapat diolah menjadi air yang aman dan bisa difungsikan kembali sesuai standar,” ujar anggota Tim Komunikasi Gubernur Bali ini.

Hasil pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup pada akhir 2025 sebelumnya menemukan sejumlah parameter lindi di TPA Suwung masih melampaui baku mutu. Parameter tersebut meliputi Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS), nitrogen total, dan merkuri.

Temuan itu menunjukkan pembenahan Instalasi Pengolahan Lindi (IPL) perlu dilakukan secara menyeluruh. Penanganan dapat dimulai dengan pengujian karakteristik lindi secara berkala untuk menentukan teknologi yang sesuai dengan tingkat pencemarannya.

Berita Terkait:  Bupati Kembang Minta Warga Sekolah Aktif Jaga Kebersihan Lingkungan

Selain itu, air hujan perlu dipisahkan dari aliran lindi agar volume cairan yang masuk ke instalasi tidak meningkat saat musim hujan. Kolam penampungan dan penyeimbang debit juga perlu dipastikan kedap sehingga lindi tidak merembes ke tanah atau meluap ke lingkungan sekitar.

Tahap berikutnya mencakup pengolahan fisik dan kimia untuk mengurangi padatan serta logam berat, dilanjutkan proses biologis untuk menurunkan beban bahan organik dan nitrogen. Jika hasil pengolahan belum memenuhi baku mutu, diperlukan teknologi lanjutan, seperti filtrasi membran atau sistem adsorpsi, sebelum air dilepas atau dimanfaatkan kembali.

Lumpur dan residu hasil pengolahan juga harus dikelola secara aman agar tidak menimbulkan sumber pencemaran baru. Pada saat yang sama, kualitas air keluaran IPL perlu dipantau secara rutin dengan hasil pengujian yang dapat diakses publik.
Shalahudin menegaskan pemilihan teknologi harus disesuaikan dengan kondisi nyata lindi di lapangan, bukan sekadar mengandalkan satu metode pengolahan.

Berita Terkait:  Ascott Bali Area Peringati World Clean Up Day dengan Bersih-Bersih Pantai Mertasari

“Dalam pengolahan air limbah di Suwung ini bukan hanya menggunakan mikroorganisme, tetapi juga memerlukan teknologi yang tepat supaya dapat tertangani dengan benar,” jelas Wakil Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Badan Permusyawaratan Daerah Nasional (BPEDNAS) ini.

Ia optimistis perbaikan instalasi yang sedang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali mampu mengatasi persoalan lindi apabila dilaksanakan secara konsisten dan terukur.

“Saya meyakini dan mempercayakan penanganannya kepada Pemprov Bali. Tahun ini instalasi tersebut sudah dalam proses perbaikan dan kita optimistis masalah lindi ini akan selesai,” katanya.

Pembenahan IPL, pemisahan aliran air hujan, pemantauan kualitas secara berkelanjutan, serta keterbukaan hasil pengujian dinilai penting agar penanganan lindi tidak berhenti sebagai solusi sementara. Langkah tersebut juga diperlukan untuk mencegah pencemaran tanah, air permukaan, dan kawasan sekitar TPA Suwung. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI