Barometerbali.com | Denpasar – Sekilas, hotel dan kondotel mempunyai kesamaan dalam hal pengelolaan.
Namun, tahukah Anda, keduanya memiliki perbedaan signifikan?
Jadi bagaimana sejatinya kondotel?
Kondotel adalah kondominium yang beroperasi seperti hotel.
Artinya, setiap individu yang memiliki unit kondotel juga bisa mendapatkan fasilitas pendaftaran lobi, layanan staf, kolam renang, area kebugaran hingga rekreasi.
Pembeli kondotel pada awalnya akan menandatangani perjanjian yang menguraikan persyaratan kepemilikan gedung.
Hal ini meliputi kondisi yang membuat properti tersebut tetap beroperasi seperti resor yang pada beberapa kasus juga disertai dengan batasan periode tinggal dalam jangka waktu yang lama.
Pada umumnya, kondotel terletak di kawasan pariwisata sehingga pemilik unit diperbolehkan untuk menyewakan properti mereka kepada pelancong untuk jangka waktu yang pendek.
Karena konsep yang dibawa adalah mencampurkan hotel dan kondominium, pemilik hotel harus selalu berkoordinasi dengan manajemen kondotel ketika unit akan disewakan.
Kendati demikian, pemilik kondotel diharuskan untuk membayar pajak, asuransi hingga biaya perbaikan unit mereka secara mandiri, seperti pada peraturan yang ada di kondominium.
Selain itu, pemilik kondotel yang membeli properti tersebut hanya untuk investasi atau disewakan harus menyadari bahwa pendapatan sewa sangat bergantung pada popularitas pariwisata sekitar.
Inovasi properti ini diketahui tidak timeshare.
Timeshare adalah properti yang dapat dimiliki atau disewa oleh puluhan orang atau lebih.
Sedangkan kondotel dimiliki secara pribadi oleh satu orang yang akan dilengkapi dengan akta kepemilikan.
Sayangnya, dikatakan bahwa kondotel jarang mampu memenuhi syarat pinjaman tradisional untuk pembayaran, sehingga pembeli harus siap untuk membayar tunai. (ari)











