Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara Buka Acara Sosialisasi Literasi Kesehatan Mental di GSD

IMG-20251031-WA0049_OCV1ChUL1c
Foto: Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara secara resmi membuka acara sosialisasi literasi kesehatan mental dengan mengangkat tema "Berani Bersuara, Lindungi Dirimu, Lindungi Sesama", di Ruang Sewaka Mahottama, GSD Lumintang, pada Jumat (31/10). (barometerbali/ind/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara secara resmi membuka acara sosialisasi literasi kesehatan mental dengan mengangkat tema “Berani Bersuara, Lindungi Dirimu, Lindungi Sesama”, di Ruang Sewaka Mahottama, GSD Lumintang, pada Jumat (31/10).

Acara yang merupakan kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar dengan Komisi Perlindungan Anak Daerah Provinsi Bali ini mengikutsertakan perwakilan dari siswa-siswi SMP Se-Kota Denpasar.

Berita Terkait:  Wawali Arya Wibawa Teken MoU Pidana Kerja Sosial bagi Terpidana Bersama Kejari Denpasar

Pada kesempatan itu, Bunda Literasi, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengungkapkan literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga paham apa yang dibaca termasuk memahami tentang diri sendiri, orang lain dan berani bersuara

“Sebagai Bunda Literasi Kota Denpasar, saya berkewajiban serta meyakini bahwa upaya membangun generasi berkarakter dan berdaya harus dimulai dari literasi, termasuk literasi emosi dan literasi kesehatan mental. Apalagi di tengah isu yang merebak saat ini tentang perundungan (bullying), maka pentingnya literasi terkait kesehatan mental perlu dilakukan,” ungkap Sagung Antari

Berita Terkait:  Gathering Sahabat Kaori di Denpasar, Perkuat Jejaring Komunitas Menuju Bali Ekonomi Hijau 2026

Lebih lanjut diungkapkan kegiatan ini menunjukkan semangat kolaborasi lintas lembaga dan wujud nyata kepedulian Pemerintah Kota Denpasar dalam menyikapi aksi perundungan (bullying) yang santer terjadi dewasa ini.

Salah satu narasumber dan pembicara dalam kegiatan sosial literasi kesehatan mental ini, Ni Luh Gede Yastini menuturkan literasi emosi dan literasi kesehatan mental anak perlu dilakukan, sebagai upaya bagaimana anak-anak memahami cara mengelola perasaan dan mengenali stres.

Berita Terkait:  Jadi Role Model "Zero Waste Festival", Denfest ke-18 Siap Digelar 20-23 Desember

“Kegiatan hari ini sebagai bentuk pencegahan dan kesadaran akan literasi bagi siswa-siswi tentang bagaimana mengelola perasaan dan mengenali stres, serta keberanian untuk bercerita. Karena anak-anak yang memahami cara mengelola perasaan, mengenali stres, dan menghargai perbedaan akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan oenuh kasih,” tutur Ni Luh Gede Yastini. (ind/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI