Bunda Putri Koster Dorong Kader Posyandu di Pekutatan Lebih Gercep Layani Masyarakat

IMG-20260309-WA0265
Ibu Putri Suastini Koster saat menghadiri Aksi Sosial TP Posyandu Provinsi Bali bertajuk Membina dan Berbagi di Wantilan Pura Puseh Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Senin (9/3/2026)(Barometerbali/istimewa)

Barometer Bali | Jembrana– Putri Suastini Koster selaku Ketua TP Posyandu Provinsi Bali mengharapkan kader Posyandu lebih gerak cepat (gercep) dalam merespons kebutuhan masyarakat dan mampu menjadi juara di hati warga. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Aksi Sosial TP Posyandu Provinsi Bali bertajuk Membina dan Berbagi di Wantilan Pura Puseh Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Senin (9/3/2026).

Selain di Desa Pulukan, kegiatan aksi sosial TP PKK Bali juga menyasar Desa Madewi yang masih berada di Kecamatan Pekutatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan sekaligus sosialisasi transformasi Posyandu sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024.

Mengawali arahannya, Ibu Putri Koster menyampaikan bahwa saat ini ruang lingkup tugas Posyandu telah diperluas dengan mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Ia menjelaskan bahwa Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga mencakup bidang pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

“Tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga mencakup bidang lainnya, yaitu pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat,” ujarnya.

Berita Terkait:  Pansus TRAP DPRD Bali Sidak Pembangunan Condotel di Cemagi, Temukan Dugaan Pelanggaran Tata Ruang

Untuk meningkatkan pemahaman kader terkait transformasi tersebut, TP Posyandu Provinsi Bali akan menggelar Bimbingan Teknis Bina Kader Posyandu se-Bali yang dilaksanakan di UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali pada 10–12 Maret 2026. Ia berharap para kader dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan kapasitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Ibu Putri Koster juga mengingatkan kader Posyandu agar lebih peka dan proaktif terhadap berbagai persoalan sosial di lingkungan sekitar. Ia mencontohkan, apabila terdapat warga yang mengalami kesulitan dalam melanjutkan pendidikan anak, kader Posyandu bidang pendidikan dapat membantu memfasilitasi serta berkoordinasi dengan perbekel setempat guna mencarikan solusi.

“Misalnya ada warga yang kesulitan melanjutkan pendidikan anak. Kader Posyandu bidang pendidikan bisa memfasilitasi dan berkoordinasi dengan perbekel setempat untuk membantu mencarikan solusi,” ucapnya.

Khusus untuk pendidikan tinggi, ia juga menginformasikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali memiliki program Satu Keluarga Satu Sarjana yang dapat dimanfaatkan masyarakat yang memenuhi persyaratan. Selain itu, kader Posyandu juga diharapkan dapat berperan membantu penanganan persoalan sosial lain, seperti penyalahgunaan narkoba maupun kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), melalui koordinasi dengan pihak terkait.

Berita Terkait:  Koster Dorong Seni Jadi Motor Ekonomi Rakyat dalam 'Singgasana Seni Bung Karno'

Menutup paparannya, Ibu Putri Koster yang juga menjabat sebagai Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS PADAS) mengajak jajaran Posyandu turut berperan dalam upaya penuntasan persoalan sampah. Ia mendorong kader Posyandu untuk aktif dalam gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber dengan memanfaatkan tong komposter atau teba modern untuk mengolah sampah organik. Sementara itu, sampah anorganik dapat ditangani melalui TPS3R dan TPST.

Sementara itu, Ketua TP Posyandu Kabupaten Jembrana Ny. Ani Setiawarini Kembang Hartawan menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan Ibu Putri Koster kepada masyarakat Jembrana.

“Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami karena Ibu berkenan berkunjung dan memberikan pembinaan kepada kader Posyandu di Jembrana,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Ibu Putri Koster di Desa Pulukan dan Desa Madewi memiliki arti penting bagi para kader Posyandu di kedua desa tersebut.

Berita Terkait:  12 Advokat Mantan Kakanwil BPN Bali Dipolisikan, Disebut Sesatkan Proses Peradilan

“Ini memotivasi kami untuk terus mengoptimalkan program Posyandu yang saat ini mencakup enam SPM,” tambahnya.

Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, TP PKK Provinsi Bali juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada 132 kader Posyandu di Desa Pulukan dan Desa Madewi. Setiap paket bantuan terdiri atas 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu.

Kegiatan bakti sosial juga diisi dengan penyampaian materi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata. Ia menjelaskan bahwa Posyandu yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) kini bertransformasi menjadi Posyandu enam SPM sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD).

Dengan perubahan kedudukan tersebut, Posyandu tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi mitra pemerintah desa dalam melaksanakan fungsi pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan, dan pembinaan kemasyarakatan.(Red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI