Bupati Sanjaya Tegaskan Nilai Spiritual dan Budaya dalam Karya Ngenteg Linggih Pura Mundak Sari

WhatsApp Image 2026-10-12 at 18.20.40 (1)_XLpn8IzG6z
KARYA NGENTEG LINGGIH - Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos., saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih, Wraspati Kalpa, Mupuk Pedagingan lan Tawur Balik Sumpah ring Pura Mundak Sari, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Senin (12/10). (Barometer Bali/rah/red)

Barometer Bali | Tabanan – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos., mengapresiasi semangat gotong royong dan ngayah 263 KK krama Banjar Adat Kerti Wimbha Bongan Kauh dalam menyukseskan Karya Ngenteg Linggih, Wraspati Kalpa, Mupuk Pedagingan lan Tawur Balik Sumpah ring Pura Mundak Sari, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Senin (12/10).

Upacara nyalarin yang berlangsung hari ini turut dihadiri anggota DPRD Provinsi Bali, Kelompok Ahli Pemerintah Kabupaten Tabanan, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda Tabanan, jajaran perangkat daerah terkait, Camat Tabanan, Plt. Perbekel Bongan, Jero Bendesa Adat Bongan Puseh, serta para pemangku dan krama adat setempat.

Berita Terkait:  Perkuat Transparansi Publik, Komisi Informasi Bali Gelar Visitasi Keterbukaan Informasi di Kabupaten Bangli

Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri persembahyangan bersama dan penandatanganan prasasti, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian adat, agama, dan budaya Bali. “Kemuliaan sebuah karya suci tidak hanya tercermin dari kemegahan upacaranya, tetapi juga dari perubahan perilaku umatnya menuju kehidupan yang lebih baik,” tegas Bupati Sanjaya.

Ia mengajak krama memaknai karya keagamaan bukan sekadar pelaksanaan ritual, melainkan momentum memperkuat sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, mempererat persaudaraan, serta menjaga keharmonisan berdasarkan prinsip Tri Hita Karana.

Berita Terkait:  Pemkab dan DPRD Tabanan Sepakati Lima Ranperda untuk Pembahasan Lanjutan

Menurutnya, pelaksanaan karya juga menjadi wujud nyata kebersamaan dan ketulusan krama dalam menjaga warisan leluhur. Penandatanganan prasasti diharapkan menjadi penanda sejarah sekaligus simbol bhakti dan kebersamaan yang dapat diwariskan kepada generasi penerus. Bupati Sanjaya pun mengajak seluruh krama untuk senantiasa menjaga kesucian, kebersihan, dan kelestarian Pura Mundak Sari sebagai tempat persembahyangan sekaligus pusat pelestarian adat dan budaya Bali.

Karya yang puncaknya berlangsung pada Minggu (11/10) tersebut dipuput oleh Ida Peranda Buda saking Griya Jadi dan Ida Peranda Siwa saking Griya Kesiut Kawan. Pemerintah Kabupaten Tabanan turut mendukung pelaksanaannya melalui dana hibah dan sebelumnya pada tahun 2024 juga sudah dialokasikan untuk pembangunan Gedong Simpen Pura Mundak Sari.

Berita Terkait:  HUT Ke-50 Perumda Tirta Mangutama, Ketua TP. PKK Badung Dukung Penanaman 2.000 Mangrove

Bupati Sanjaya berharap semangat menyama braya, gotong royong, dan ngayah terus dipertahankan sebagai kekuatan dalam menjaga kehidupan adat dan keagamaan di Tabanan. Hal tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM), dengan tetap berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal Bali. (Rah/Red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI