Bupati Satria Apresiasi dan Ajak Generasi Muda Lestarikan Aci Sang Hyang Grodog

InCollage_20260802_003443445_PG89aVX75k
Foto: Bupati Klungkung, I Made Satria saat menghadiri acara Mapeed Pengeluar/Ngelebar yang menjadi rangkaian terakhir Upacara Aci Sang Hyang Grodog di Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Sabtu (1/8). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Nusa Penida – Tradisi sakral harus terus dijaga dan dilestarikan, terutama oleh generasi muda sebagai penerus agar tidak punah dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Bupati Klungkung, I Made Satria saat menghadiri acara Mapeed Pengeluar/Ngelebar yang menjadi rangkaian terakhir Upacara Aci Sang Hyang Grodog di Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Sabtu (1/8).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Satria memberikan apresiasi tinggi kepada Krama Desa Adat Lembongan yang telah mempersiapkan upacara ini dengan memegang teguh semangat gotong royong demi melestarikan seni dan budaya leluhur. Menurutnya, tradisi Sang Hyang Grodog tidak sekadar pementasan seni dan budaya, melainkan wujud permohonan spiritual untuk menjaga keselamatan dan keharmonisan masyarakat secara menyeluruh.

Berita Terkait:  Optimalkan PAD Nusa Penida, Bupati Klungkung Usulkan Pemisahan Badan Keuangan dan Pendapatan ke Ditjen Otda Kemendagri

“Saya sangat mengapresiasi tradisi Sang Hyang Grodog ini, apalagi telah memperoleh penghargaan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tahun 2024 dari Kementerian Kebudayaan RI. Maka dari itu, mari kita jaga dan lestarikan bersama, khususnya bagi generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi kelak menjadi generasi penerus yang benar-benar mencintai seni dan budaya leluhur,” harap Bupati Satria.

Berita Terkait:  Tindak Tegas Pelanggaran Perizinan Usaha WNA di Nusa Penida, Bupati Klungkung Layangkan Peringatan hingga Ancam Penutupan

Sementara itu, Ketua Panitia I Wayan Pijer menjelaskan bahwa rangkaian Tari Sakral Aci Sang Hyang Grodog sebelumnya sudah diawali dengan upacara Matur Piuning pada 17 Juli 2026, dilanjutkan dengan upacara Melaspas Taring pada 21 Juli 2026. Pementasan tarian sakral ini juga melibatkan berbagai jenis Sang Hyang, di antaranya yakni Sang Hyang Sampat, Sang Hyang Lingga, Sang Hyang Joged Bumbung, Sang Hyang Dukuh Ngabe Cicing-Jaran, Sang Hyang Dukuh Ngabe Bubu, Sang Hyang Enjo-enjo, Sang Hyang Tiling-tiling, Sang Hyang Sumbul.

Berita Terkait:  Wujudkan Nusa Penida Sebagai Green Island, Pemkab Klungkung Gandeng RVE dan Bank Mandiri Kembangkan Ekosistem Green Mobility

“Aci Sang Hyang Grodog merupakan ritual sakral turun-temurun yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Ritual ini berlangsung selama sekitar 11 hingga 12 hari dengan tujuan untuk menetralisir energi negatif, menolak bala atau wabah penyakit (sasih grubug), serta memohon keseimbangan dan keselamatan alam semesta,” ujar Wayan Pijer. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI