BWS Bersihkan Lumpur, Aliran Air Bendungan Telaga Tunjung Ditutup Sementara

InCollage_20260821_131440381_dTF6fMFz6P_4W5oOIZP5f
Foto: Balai Wilayah Sungai (BWS) tengah melaksanakan kegiatan pembersihan lumpur di Bendungan Telaga Tunjung. (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Tabanan – Informasi mengenai kondisi Telaga Tunjung di Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan yang disebut mengalami kekeringan langsung ditindaklanjuti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan. Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Nyoman Srinada Giri bersama Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Peninjauan dilakukan pada Kamis (21/8) setelah BPBD Tabanan menerima informasi mengenai adanya penurunan debit air di Bendungan Telaga Tunjung. Untuk memastikan informasi tersebut, Kalaksa BPBD Tabanan bersama Kabid KL BPBD Tabanan melakukan validasi lapangan dengan didampingi staf Kecamatan Kerambitan.

Berita Terkait:  Kodam IX/Udayana Gelar Latihan Gabungan Penanggulangan Bencana, Libatkan TNI, Polri hingga BPBD

Hasil pengecekan menunjukkan bahwa kondisi penurunan aliran air di kawasan Bendungan Telaga Tunjung bukan disebabkan oleh kekeringan, melainkan berkaitan dengan kegiatan pemeliharaan bendungan yang sedang berlangsung.

Saat berada di lokasi, tim BPBD memperoleh informasi bahwa Balai Wilayah Sungai (BWS) tengah melaksanakan kegiatan pembersihan lumpur di Bendungan Telaga Tunjung. Dalam rangka mendukung proses pekerjaan tersebut, aliran air menuju bendungan untuk sementara ditutup.

Kondisi tersebut menyebabkan debit air yang masuk ke Bendungan Telaga Tunjung mengalami penurunan. Situasi di lapangan kemudian menjadi sumber munculnya informasi mengenai kondisi telaga yang disebut mengalami kekeringan.

Berita Terkait:  Wali Kota Jaya Negara Serahkan Santunan Kematian kepada Keluarga Dua Veteran Pejuang di Denpasar

Kalaksa BPBD Kabupaten Tabanan I Nyoman Srinada Giri memastikan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung untuk mendapatkan informasi yang akurat sekaligus mencegah berkembangnya informasi yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan.

“Setelah kami melakukan pengecekan langsung ke lokasi, penurunan debit air di Bendungan Telaga Tunjung terjadi karena sedang dilaksanakan pembersihan lumpur oleh BWS. Aliran air menuju bendungan sementara ditutup selama proses pekerjaan berlangsung,” jelasnya.

BPBD Tabanan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di lapangan, khususnya terkait dampak kegiatan tersebut terhadap ketersediaan air dan lingkungan sekitar.

Berita Terkait:  Sambut HUT ke-81 RI, 27 Regu SMKN 4 Bangli Unjuk Kebolehan di Gerak Jalan Kreasi

Masyarakat juga diimbau untuk tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar dan tetap mengacu pada informasi resmi dari pemerintah maupun instansi terkait. Validasi lapangan menjadi penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai kondisi Bendungan Telaga Tunjung.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, informasi mengenai Telaga Tunjung yang disebut mengalami kekeringan dapat diluruskan. Penurunan debit air yang terlihat saat ini merupakan dampak sementara dari proses pembersihan lumpur dan pemeliharaan bendungan, dengan aliran menuju bendungan ditutup selama pekerjaan berlangsung. (tmc/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI