Cari Jalan Alternatif! Ngusaba Pura Dalem Kupa dan Pura Dalem Nongan

Screenshot_20250428_104807_Gallery
Rangkaian upacara Ngusaba Pura Dalem Kupa dan Pura Dalem Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem-Bali, akan digelar mulai 30 April hingga 3 Mei 2025. (barometerbali/rah)

Barometerbali.com | Karangasem – Sejumlah rangkaian upacara Ngusaba Pura Dalem Kupa dan Pura Dalem Nongan, Kecamatan Rendang,  Kabupaten Karangasem-Bali, akan digelar mulai 30 April hingga 3 Mei 2025. Sebagai bagian dari prosesi sakral ini, warga diimbau untuk mencari jalur alternatif lalu lintas mengingat potensi kemacetan di sepanjang Jalan Raya Pura Besakih.

Upacara Ida Bhatara Dalem Kupa dan Ida Bhatara Nongan melibatkan sejumlah ritual penting, salah satunya adalah ritual memasar yang akan digelar pada Rabu, 1 Mei 2025, di Pura Bale Agung dan Pura Desa. Proses pelaksanaan upacara ini diprediksi akan menambah kepadatan arus lalu lintas di kawasan tersebut, khususnya di sepanjang jalur Nongan menuju Pura Besakih mulai pukul 13.00 Wita. Begitu juga saat Ida Bhatara “Ngemantukang” pada Saniscara Wuku Kuningan 3 Mei 2025 akan mengalami kemacetan mulai pukul 13.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita

Jero Mangku Putu Dipta Atmanda, selaku Panitia Karya Ngusaba, menjelaskan potensi kemacetan di sepanjang jalur Raya Pura Besakih selama upacara berlangsung sangat tinggi. Oleh karena itu, dia mengimbau agar warga yang hendak menuju Pura Besakih untuk melakukan persembahyangan selama periode upacara tersebut, agar memilih jalur alternatif.

Berita Terkait:  Rayakan Tumpek Krulut Bersama Ribuan Masyarakat di Art Centre, Gubernur Koster: Pererat Persaudaraan dan Kasih Sayang

“Bagi warga yang akan menuju Pura Agung Besakih, kami sarankan untuk melewati jalur alternatif dari wilayah Kabupaten Bangli melalui Pempatan-Menanga. Sementara itu, warga dari Klungkung dapat menggunakan jalur Sidemen-Rendang selanjutnya menuju Pura Besakih. Dengan adanya pengalihan jalur ini, diharapkan arus lalu lintas di jalur utama dapat berkurang dan mengurangi kepadatan  terjadi,” ujar Jero Mangku.

Jero Mangku Putu Dipta Atmanda didampingi Bandesa Adat Nongan, I Gusti Ngurah Indra Kecapa menambahkan bahwa warga yang ingin melakukan sembahyang ke Pura Agung Besakih diharapkan untuk memaklumi kondisi lalu lintas cukup padat di jalur tersebut.

Ia memperkirakan bahwa kawasan tersebut akan mengalami krodit sepanjang upacara berlangsung, terutama pada puncak acara di tanggal 1 Mei dan upacara Penyineban Ida Bhatara pada 3 Mei 2025.

Berita Terkait:  Dukung Kerukunan Beragama, Wabup Tjok Surya Hadiri Ibadah Natal

“Selama upacara Ngusaba Pura Dalem Kupa dan Pura Dalem Nongan, ada beberapa titik yang akan mengalami kemacetan, khususnya di daerah Desa Nongan hingga Besakih. Oleh karena itu, kami mengimbau agar semua pihak bersabar dan mencari jalur alternatif yang telah kami tentukan. Kami mohon pengertian dan kesabaran warga, karena ini adalah rangkaian upacara sakral yang penting bagi masyarakat Bali,” tambahnya.

Upacara Ngusaba Pura Dalem Kupa dan Pura Dalem Nongan merupakan salah satu perayaan agama Hindu yang dilaksanakan setiap tahun sekali. Upacara ini tidak hanya memiliki nilai sakral, tetapi juga menjadi salah satu ajang untuk mempererat tali persaudaraan antara umat Hindu, khususnya krama Desa Nongan.

Pada saat upacara ritual ini juga dilakukan upacara Piodalan di Pura Desa dan Bale Agung serta Pura Melanting yang di empon atau disungsung seluruh warga (krama) Desa Adat Nongan.

Berita Terkait:  Sejak 2021, PPATK Catat 1900 Transaksi Keuangan Dilakukan Pelaku Thrifting ke Korsel

Menurut Indra Kecapa, Bandesa Desa Adat Nongan periode 2024-2030 menyatakan Ngusaba adalah kegiatan rutin Ngusaba tahunan yang dinanti oleh krama Desa Adat Nongan pada umumnya karena Ngusaba, Ida Batara memasar adalah merupakan wujud syukur ke sesuhunan yang melinggih di parahyangan desa, juga ada sisi  “Wirang atau Tindih Desa’.

Selain itu ada nuansa semarak yang merupakan ajang simakrama antar krama adat dan krama rantauan dengan prajuru (pemimpinnya), serta sarana untuk menampilkan peran yowana dalam rangka pengembangan seni, budaya dan kearifan lokal karena di setiap kegiatan ngusaba ditampilkan Tari Rejang Pala warisan leluhur yang sudah mendapatkan pengakuan HAKI.

“Terlebih lagi di Ngusaba tahun 2025 akan ada penjor pala yang dibuat oleh yowana STT 13 banjar adat wilayah Nongan, dan pada malam harinya akan dihibur dengan pentas seniman-seniman Nongan dan Calon Arang,” pungkas Indra Kecapa, mantan aktivis kepemudaan dan kemahasiswaan penuh semangat. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI