Barometer Bali | Jembrana – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menegaskan hasil pelaksanaan tes psikologi gratis bagi para siswa kelas 8 SMP se Kabupaten Jembrana harus dikawal dengan baik.
Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintahan Kembang – Ipat dalam mencetak SDM unggul sejak dini.
Dinas dalam hal ini Disdikpora Jembrana, sekolah harus berkoordinasi dengan para orang tua, terkait hasil asesment ini, sehingga diharapkan mampu memberi gambaran dalam membimbing anak-anak sesuai minat dan bakatnya.
“Jadi hasil tes psikologi ini bukan sekadar angka atau formalitas belaka. Dari hasil tes ini, kita bisa mendapatkan potret minat dan bakat anak-anak. Jadi penting bagi dinas, sekolah untuk berkordinasi dengan orang tua siswa, sehingga mereka ada tuntunan dalam mendidik anak-anak sesuai minat dan bakatnya,” ungkap Bupati Kembang Hartawan didampingi Wabup Patriana Krisna saat meninjau langsung pelaksanaan tes psikologi di SMP Negeri 2 Negara, Sabtu (30/5).
Bupati Kembang menekankan bahwa penting sekali untuk memetakan minat dan bakat anak-anak sejak dini, untuk itu program tes psikologi ini hadir, dan sudah berlangsung 2 kali, ini menjadi tahun ke-2.
“Setiap anak memiliki kelebihan yang berbeda-beda. Melalui tes psikologi ini, kita ingin membantu mereka menemukan bidang yang paling sesuai dengan minat dan kemampuannya, sehingga tidak salah langkah saat menentukan jenjang pendidikan berikutnya,” ujarnya.
Bupati asal Desa Pangyangan, Pekutatan berharap program tersebut tidak hanya membantu siswa mengenali minat dan bakatnya, tetapi juga menjadi fondasi dalam mencetak generasi yang lebih siap menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di masa mendatang.
“Dengan mengenali potensi diri lebih awal, anak-anak memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang di bidang yang mereka sukai dan kuasai. Itulah tujuan utama yang ingin dicapai,” harap Bupati Kembang.
Sementara itu, Ni Made Swasti Wulanyani sebagai Kordinator Prodi Psikologi, menyampaikan bahwa secara teknis pelaksanaan tes psikologi ditahun kedua ini, jauh lebih baik dan lancar dibandingkan sebelumnya.
Berdasarkan evaluasi dari tahun sebelumnya, Made Swasti menyebut terdapat kendala jaringan dan komputer yang ada dilab sekolah. Untuk tahun ini, diubah metodenya dengan menggunakan handphone, sehingga lebih memudahkan siswa dalam mengaksesnya.
“Dari sisi soal sendiri, tentu kita sudah sesuaikan dengan kempuan anak-anak, sehingga nantinya hasil assessment yang kita laksanakan ini mampu memberikan report dalam menentukan minta dan bakat dari anak-anak,” pungkasnya.
Program unggulan Kembang- Ipat kembali dilaksanakan pada tahun 2026. Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, program ini semakin menunjukkan komitmennya dalam membantu siswa mengenali potensi diri sejak dini melalui tes psikologi bagi siswa SMP kelas 8.
Berlangsung selama 3 hari, dari Jumat sampai Minggu besok (29-31/5/2026), tes psikologi yang berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran, Prodi Psikologi Universitas Udayana tersebut diikuti sebanyak 3824 siswa SMP kelas 8 se Kabupaten Jembrana. (Pro/rah)










