Barometer Bali | Denpasar – Kisah sukses pengusaha properti umumnya lahir dari proses panjang dan penuh tantangan. Banyak di antaranya memulai dari titik nol, bahkan bangkit dari kegagalan. Jejak serupa juga terlihat pada perjalanan pengusaha muda Bali, Made Hiroki, yang kini dikenal mengembangkan usaha properti melalui Aksara Property.
Di usia relatif muda, Hiroki mengaku telah melewati berbagai dinamika bisnis jual beli tanah dan kavling di Bali. Beberapa kawasan yang kini menjadi fokus pengembangannya antara lain wilayah Mengwi Penarungan, Dalung Tuke, dan Pantai Sidayu.
Perjalanan bisnisnya dimulai tanpa modal besar. Dengan keberanian, pengetahuan, serta strategi membaca peluang pasar, Hiroki mengembangkan usaha properti secara bertahap melalui pendekatan pembelian aset bermasalah, perbaikan nilai properti, hingga pemasaran kembali dengan nilai tambah.
Ia menyebut, sejak usia 20 tahun sudah mulai mengelola sejumlah aset properti melalui strategi tersebut. Langkah ini menjadi fondasi lahirnya Aksara Property sebagai usaha yang kini bergerak pada pengembangan kavling dan properti hunian di Bali maupun Jakarta.
Menurut Hiroki, ada sejumlah prinsip yang ia pegang dalam menjalankan bisnis properti, di antaranya keberanian memulai dari nol, kemauan belajar berkelanjutan terkait legalitas dan pemasaran, serta kemampuan melihat peluang dari aset yang sebelumnya kurang produktif.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga integritas dalam membangun kepercayaan dengan klien dan mitra usaha, termasuk dukungan tim profesional seperti konsultan hukum untuk memastikan proses transaksi berjalan sesuai ketentuan.
Saat ini, pengembangan kavling yang dikelola Aksara Property difokuskan pada penyediaan hunian bernilai investasi sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan pengembangan. (red)











