Desa Pupuan di Gianyar Bangkit Jadi Desa Wisata Rintisan, KKN UGM Turun Tangan Benahi Pengelolaan

Screenshot_20260803_092831_InCollage - Collage Maker
Tim KKN-PPM UGM Kembara Tegallalang melaksanakan pengabdian masyarakat mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Menghadapi Perubahan Iklim”, di Desa Pupuan, Kecamatan Tegalalang, Gianyar. (barometerbali/red)

Barometer Bali | Gianyar – Di balik hiruk-pikuk wisata Ubud dan Tegallalang, Desa Pupuan di Kabupaten Gianyar menyimpan potensi besar sebagai desa agrowisata dan wisata budaya. Berada di ketinggian 650-750 mdpl dan berbatasan langsung dengan Sungai Petanu, desa ini memiliki tanah lempung berpasir yang subur, menjadikannya sentra budidaya manggis dan jeruk. Hampir 85% warganya berprofesi sebagai petani.

Potensi besar itu kini digarap serius oleh Tim KKN-PPM UGM Kembara Tegallalang. Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Menghadapi Perubahan Iklim”, tim mahasiswa ini menjalankan berbagai program. Mulai dari penguatan ketahanan pangan, peningkatan literasi, pengelolaan sampah, pengembangan UMKM, hingga digitalisasi masyarakat.

Salah satu program unggulan adalah “TEMAN: Tegallalang Mengajar”. Program ini fokus pada pemerataan destinasi wisata dengan mengoptimalkan potensi desa. Tim KKN berkolaborasi dengan STT, Pemerintah Desa, dan Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis untuk membenahi sistem pengelolaan wisata.

Berita Terkait:  Implementasikan Kurikulum OBE, FPST Unwar Jajaki Kerjasama Dengan Head Shrimp Hatchery Banyuwangi

Kaya Budaya dan Destinasi Alam Tersembunyi

Desa Pupuan bukan hanya soal pertanian. Desa ini memiliki 7 Banjar Dinas, 7 Banjar Adat, dan 7 Desa Adat. Tradisi adatnya masih sangat kuat. Contohnya Upacara Pujawali di Pura Kahyangan Desa Puseh Desa Adat Timbul yang digelar setiap Purnamaning Kapat, paling lambat 5 tahun sekali. Rangkaian upacara dilanjutkan dengan tradisi “Plengkungan”, yaitu perang simbolis menggunakan cabang pohon kedukduk sebagai bentuk syukur kepada Ida Sanghyang Widhi.

Dari sisi wisata alam, Pupuan memiliki beberapa destinasi yang masih asri. Ada Goa Batu Lempeh di Banjar Calo yang saat ini sedang digencarkan pembangunannya. Goa ini menawarkan pengalaman petualangan, bermain air terjun, bersantai di pendopo, hingga melukat.

Berita Terkait:  Pemkot Denpasar Hadirkan Ksatria Sadhu, Inovasi Edukasi Hukum Berbasis Animasi untuk Membangun Generasi Sadar Hukum

Selain itu ada Batu Belah Waterfall di Banjar Timbul dan Tangkup Waterfall di Banjar Tangkup. Kedua air terjun ini menawarkan panorama alam yang sejuk dengan trekking yang cukup menantang karena akses jalan masih berupa tanah dan batu.

Tantangan: Pengelolaan dan SDM

Meski potensinya besar, Desa Pupuan menghadapi tantangan dalam pengelolaan wisata. Eksistensi Pokdarwis memudar karena banyak pengelola lama yang memilih berkarir di sektor pariwisata kota. Hal ini berdampak pada kekosongan struktur STT dan tidak aktifnya media sosial resmi @desawisatapupuan.

Berita Terkait:  BAWA Gandeng Mahasiswa KKN UGM Gelar Vaksinasi Rabies dan Sterilisasi Anjing di 5 Banjar Desa Batur Tengah

Namun, informasi lengkap tentang desa wisata ini tetap bisa diakses publik melalui website resmi https://desawisatapupuan.com/activity/. Website ini menyediakan panduan wisata, paket, homestay, kuliner, hingga kontak reservasi dengan fitur dwibahasa.

“Memilih Desa Pupuan sebagai destinasi artinya ikut berkontribusi pada pemerataan wisata di Gianyar. Ini juga kisah transformasi dari desa tertinggal menjadi desa wisata rintisan yang layak dapat dukungan lebih luas,” jelas Asih Purnamasari, Koordinator Klaster Soshum sekaligus anggota Tim KKN-PPM UGM Kembara Tegallalang.

Dengan segala keasrian dan kekayaan budayanya, Desa Pupuan menjadi alternatif “best decision” bagi wisatawan yang ingin menghindari kemacetan dan menikmati suasana intimate dengan alam Bali. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI