Barometer Bali | Denpasar – Kisah pilu datang dari sebuah keluarga di kawasan Serangan, Denpasar Selatan. Niat mulia membantu seorang pemuda asal Pekanbaru, Riau, justru berbuah pahit. Pria berinisial MF (23) yang semula diperlakukan layaknya anak sendiri, tega menggasak brankas berisi perhiasan emas, uang tunai, dan dokumen penting. Kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta.
Aksi pencurian itu terjadi pada 16 Mei 2025 di rumah Ni Kadek Ariani (47) dan suaminya I Made Wija Wijaya, tepatnya di Jalan Tukad Punggawa, Banjar Ponjok, Serangan. Awalnya, pelaku dikenalkan pada Desember 2024 dan sempat tinggal di kos milik korban selama sebulan.
Kepada keluarga, MF mengaku sebagai anak yatim piatu yang tak lagi memiliki sanak saudara. Cerita haru itu mengetuk hati Ariani dan suami hingga akhirnya pada Maret 2025, mereka mengajak MF tinggal serumah. Bahkan, MF dipercaya membantu usaha home stay keluarga, termasuk antar jemput tamu.
Namun, kepercayaan itu hancur ketika Ariani dan suaminya pulang kampung ke Buleleng pada 15 Mei 2025. Rumah mereka dititipkan kepada MF. Malam harinya, ketika kembali pukul 21.00 Wita, MF sudah raib tanpa jejak.
Keesokan harinya, betapa terkejutnya keluarga mengetahui satu unit brankas berisi harta benda mereka juga lenyap.
“Kami percaya penuh padanya. Tidak pernah terpikir dia akan setega itu,” ucap salah satu anggota keluarga, Jumat (27/6/2025).
Laporan pun segera dibuat ke Polsek Denpasar Selatan. Dari hasil penelusuran CCTV, terlihat MF meninggalkan rumah dengan membawa beberapa barang. Sepeda motornya ditemukan terparkir di rumah salah satu temannya.
Saat ini, penyidik Polsek Denpasar Selatan tengah memburu keberadaan MF. Beberapa saksi sudah diperiksa, sementara upaya pelacakan masih berlanjut.
“Kami berharap pelaku segera ditangkap. Ini bukan sekadar kehilangan harta, tapi juga luka batin karena merasa dikhianati,” ujar pihak keluarga dengan suara berat. (red)











