Barometer Bali | Denpasar — Pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 sangat meriah, pada Sabtu (21/6/2026) di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB) yang populer disebut Bajra Sandhi, Niti Mandala Renon, Denpasar.
Ribuan masyarakat dari berbagai kabupaten/kota di Bali memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan pawai budaya yang menjadi pembuka dari ajang seni tahunan terbesar di pulau Dewata.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, bersama Gubernur Bali Wayan Koste dan jajaran pemerintah daerah menyaksikan penampilan kekayaan budaya dari sembilan kabupaten/kota di Bali, dengan masing-masing daerah menampilkan tarian dan pertunjukan khas yang mencerminkan kearifan lokal serta nilai-nilai adat masyarakat Bali.
“Luar biasa, Pesta Kesenian Bali ini berlangsung terus-menerus selama 47 tahun. Kita bisa menyaksikan bagaimana ekspresi budaya dari semua kabupaten dan kota yang ada di Bali. Ini adalah ekspresi budaya yang luar biasa, yang terbaik,” ungkap Fadli Zon saat diwawancarai usai pawai kebudayaan tersebut.
Fadli Zon juga menyampaikan salam dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang tidak dapat hadir dalam acara pembukaan karena tengah menjalankan kunjungan kerja ke luar negeri.
“Saya juga menyampaikan salam dari Bapak Presiden Prabowo Subianto. Beliau tidak bisa hadir karena sedang melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Mudah-mudahan tahun depan beliau bisa membuka PKB ke-48,” tambahnya.
Pawai budaya yang menjadi pembuka PKB ke-47 diawali oleh penampilan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang membawakan Gamelan Adi Merdangga dan Tari Siwa Nataraja. Setelah itu, secara bergiliran perwakilan dari sembilan kabupaten/kota di Bali menyuguhkan berbagai atraksi seni yang memikat ribuan penonton.
Sebagai penampil pamungkas, Kabupaten Badung menghadirkan garapan seni berjudul “Perang Untek: Pusaka Agraris Desa Kiadan”, yang menggambarkan kearifan agraris masyarakat tradisional Bali. Pertunjukan ini diiringi dengan gamelan barungan khas Bali yang menghidupkan suasana. (rian)











