Diduga Korban Mutilasi di Ketewel WN Ukraina, Polda Bali Tegaskan Tak Berspekulasi

IMG-20260227-WA0118
Diduga korban mutilasi di Ketewel punya kemiripan tattoo dengan WNA asal Ukraina. (Barometerbali/Red)

Barometer Bali | Denpasar – Kasus penemuan potongan tubuh manusia di Pantai Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, terus menyita perhatian publik. Korban diduga memiliki kemiripan dengan seorang warga negara Ukraina yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan.

WNA tersebut diketahui bernama Ihor Komarav (28), yang hilang sejak pertengahan Februari 2026 dan sempat viral di media sosial terkait dugaan penculikan. Dugaan keterkaitan mencuat setelah aparat menemukan ciri fisik berupa tato bergambar Bunda Maria pada salah satu potongan tubuh yang ditemukan.

Meski demikian, Polda Bali menegaskan belum dapat memastikan identitas korban.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, menekankan bahwa seluruh proses harus mengedepankan metode ilmiah.

Berita Terkait:  Modus Ngaku Polisi, Residivis Peras Warga Rp3 Juta di Denpasar Barat

“Kami tidak bisa berspekulasi. Semua harus berdasarkan scientific crime investigation, mulai dari visum hingga pemeriksaan laboratorium,” tegasnya.

Polisi saat ini mengedepankan proses identifikasi forensik dengan melibatkan tim DVI, Dokkes, serta laboratorium forensik. Seluruh potongan tubuh telah dievakuasi ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah untuk dilakukan autopsi dan uji DNA.
Pengambilan sampel DNA menjadi kunci utama dalam memastikan identitas korban, mengingat kondisi jasad telah mengalami pembusukan. Informasi yang dihimpun menyebutkan sampel DNA dari pihak keluarga korban di Ukraina juga telah dikantongi untuk keperluan pencocokan.

Selain identifikasi, aparat juga mendalami dugaan lokasi pembunuhan. Penemuan jasad di area muara sungai dan pesisir pantai memunculkan dugaan korban sengaja dibuang untuk menghilangkan jejak kejahatan.

Berita Terkait:  BEM Unud Soroti Tantangan dan Permasalahan Bali, Koster: Solusinya Haluan 100 Tahun Bali Era Baru

“Pasca penemuan, tim langsung mengevakuasi sejumlah bagian tubuh yang diduga merupakan korban mutilasi,” jelas Ariasandy.

Bagian tubuh yang ditemukan cukup lengkap, mulai dari kepala, kaki, lengan, hingga organ dalam. Tato bergambar jam dan Bunda Maria pada potongan lengan menjadi salah satu fokus utama dalam proses identifikasi.

Sementara itu, kasus hilangnya Ihor Komarav sebelumnya dilaporkan terjadi pada Minggu malam, 15 Februari 2026. Ia diduga menjadi korban penyerangan oleh sekelompok orang tak dikenal di kawasan Jalan Pura Batu Meguwung, Jimbaran.

Keterangan saksi menyebut korban sempat terpisah dari dua rekannya saat berlatih mengendarai sepeda motor di jalur tanjakan. Saat kembali ke lokasi, korban sudah tidak ditemukan, hanya menyisakan ponsel dan tas di tempat kejadian.

Berita Terkait:  Saksi Bantah Dugaan Penipuan, Dana 1,8 Miliar Togar Situmorang Disebut untuk Operasional

Peristiwa ini semakin menguat setelah beredarnya video yang memperlihatkan korban diduga dalam kondisi disekap dan meminta uang tebusan sebesar US$10 juta. Namun hingga kini, keaslian video tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.
Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, menelusuri rekaman CCTV, serta melakukan penyisiran lanjutan di sekitar lokasi penemuan potongan tubuh.

Meski dugaan korban mutilasi mengarah pada kasus penculikan, aparat menegaskan seluruh kesimpulan masih menunggu hasil pemeriksaan ilmiah.

“Kalau ada mayat dipotong-potong, kita duga mutilasi. Tapi untuk identitas dan motif, kami tunggu hasil forensik lengkap,” tutup Ariasandy. (Red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI