Dinas Kesehatan Denpasar Gandeng LSM Percepat Penanggulangan HIV/AIDS

Foto : Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Nyoman Dana dan Asisten Koordinator Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar, Ni Wayan Sriwiyanti, pada Selasa (26/11/2024). (barometerbali/rian)

Denpasar I barometerbali – Dinas Kesehatan Kota Denpasar bekerja sama dengan dua Lembaga Sosial Masyarakat (LSM), yakni Yayasan Gaya Dewata (YGD) dan Yayasan Spirit Paramacitta (YSP), dalam upaya menekan angka penularan HIV/AIDS. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Nyoman Dana, menjelaskan bahwa kedua LSM tersebut mendapatkan sokongan dana dari pemerintah melalui program Swakelola tipe III untuk mempercepat penanggulangan HIV dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS).

Program ini mengacu pada strategi global “95-95-95”, yaitu 95 persen orang dengan HIV (ODHIV) mengetahui status HIV mereka, 95 persen yang terinfeksi tetap mendapatkan terapi antiretroviral (ARV), dan 95 persen dari mereka yang menjalani terapi ARV berhasil mencapai supresi virus.

Berita Terkait:  Ny. Antari Jaya Negara Ajak Para Wanita, Deteksi Kanker Sejak Dini Lewat Tes IVA

“Pemerintah bertanggung jawab dalam penganggaran dan pengawasan, sementara pelaksanaannya dilakukan oleh LSM dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV,” kata Nyoman Dana, pada Selasa (26/11/2024).

Ia berharap melalui Swakelola Tipe III yang telah berjalan dan terus berlanjut hingga 2025, program ini dapat menjangkau masyarakat, khususnya penderita yang berstatus lost to follow-up, yaitu mereka yang tidak melanjutkan pengobatan.

Lebih lanjut, Dia katakan bahwa Per 14 November 2024, Kota Denpasar tercatat memiliki 12.576 kasus HIV. Namun, masih banyak pasien yang enggan melanjutkan pengobatan, salah satunya akibat stigma buruk yang melekat, seperti merasa malu untuk datang ke layanan kesehatan secara rutin. Kondisi ini dapat memperburuk kesehatan penderita dan berisiko menyebabkan kematian.

Sementara itu, Asisten Koordinator Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar, Ni Wayan Sriwiyanti, menyatakan bahwa angka penularan HIV di Denpasar terus meningkat setiap tahun. Setiap tahunnya, sekitar 800-900 kasus baru ditemukan, dengan jumlah kasus pada 2015 dan 2016 bahkan melampaui 1.000. 

Berita Terkait:  Gubernur Koster Lantik Enam Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemprov Bali

Sriwiyanti menegaskan bahwa tujuan pengendalian HIV adalah untuk mencapai tiga hal: Zero New HIV Infection (nol penambahan kasus baru), Zero AIDS-Related Deaths (nol kematian akibat HIV), dan Zero Discrimination (nol diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS).

“Target kami adalah pada tahun 2030 tidak ada lagi penambahan kasus HIV, meskipun ini merupakan pekerjaan besar yang memerlukan kerja sama antara Dinas Kesehatan dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Sriwiyanti.

HIV di Kota Denpasar lebih dominan menyerang kelompok usia produktif, yakni 38 persen dari total penyintas HIV berada pada rentang usia 20-30 tahun. Data kumulatif 1987-2024 menunjukkan sebanyak 6.217 orang positif HIV, di mana sekitar 5.000 orang di antaranya masih rutin mengonsumsi obat ARV, sementara sisanya terkategori lost to follow-up.

Berita Terkait:  Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta Hadiri Perayaan Imlek 2026, Momen Perkuat Kerja Sama Pariwisata, Ekraf dan Peningkatan SDM

Menurut Sriwiyanti, beberapa alasan utama penderita berhenti mengkonsumsi obat adalah rasa bosan, kesulitan akses obat karena masalah transportasi, sikap pasrah, dan beberapa orang merasa sudah sehat meskipun belum melakukan pengecekan ulang.

Selain itu, kerja sama dengan LSM bertujuan untuk menjangkau populasi kunci yang berisiko tinggi terinfeksi HIV, seperti wanita pekerja seks, lelaki seks dengan lelaki, transgender, dan pengguna narkoba suntik. 

“LSM juga memberikan pelatihan kepada petugas medis untuk mengurangi stigma negatif terhadap kelompok-kelompok rentan ini, agar mereka terus melanjutkan pengobatan dan tidak menularkan HIV kepada orang lain,” tutup Sriwiyanti.

Reporter : Rian Ngari 

Editor : Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI