Dinilai Luar Biasa, Tokoh Masyarakat Banjarangkan Minta Koster-Giri Lanjutkan Penguatan Desa Adat

Foto: Paslon Koster-Giri melakukan simakrama serangkaian Kampanye Putaran II Pilgub Bali, Selasa (31/10/2024) di Wantilan Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. (barometerbali/213)

Klungkung | barometerbali – Sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung meminta Pasangan Calon Gubernur- Wakil Gubernur Bali Nomor Urut 2, Wayan Koster-I Nyoman Giri Prasta agar melanjutkan program penguatan desa adat. 

Wayan Koster yang maju sebagai petahana pada Pemilihan Gubernur Bali 2024 dinilai telah berhasil secara luar biasa dalam penguatan desa adat melalui visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. 

Berita Terkait:  Lima Orang Warga Binaan Lapas Kerobokan Raih Gelar Teologi

Demikian terungkap saat Paslon Koster-Giri melakukan simakrama serangkaian Kampanye Putaran II Pilgub Bali, Selasa (31/10/2024) di Wantilan Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. 

Hadir pula Paslon Bupati-Wakil Bupati Klungkung Made Satria-Tjokorda Gde Surya Putra (Satriya),  Ketua Tim Pemenangan Koster-Giri Kabupaten Klungkung I Nyoman Suwirta. 

Salah seorang tokoh bernama I Wayan Kajeng menilai bahwa Wayan Koster saat menjabat gubernur Bali periode 2018-2023 telah melaksanakan program penguatan terhadap desa adat dengan sangat luar biasa. 

“Saya pada 2018 (Pilgub Bali 2018) memilih Pak Koster, sekarang juga memilih Pak Koster lagi menjadi gubernur. Karena telah melakukan  penguatan desa adat dengan sangat luar biasa. Mohon dilanjutkan lagi. Untuk itu, saya bukan hanya mendukung tapi mencoblos,” ungkapnya. 

Berita Terkait:  Giri Prasta Hadiri Entry Meeting Pemeriksaan LKPD 2025 oleh BPK RI

Senada, Ketut Dibia juga menilai Wayan Koster telah melakukan penguatan terhadap sekitar 1500 desa adat di Pulau Dewata. Ia juga berharap agar program tersebut dilanjutkan kembali. 

Hal serupa juga disampaikan I Nyoman Nika. Sebab menurutnya, tradisi budaya Bali yang bernafaskan agama Hindu diikat oleh desa adat. 

Namun, ia juga meminta Paslon Koster-Giri meningkatkan alokasi dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) setiap desa adat ditingkat. “Karena kebutuhan  untuk desa adat juga cukup besar,” ujarnya. 

Berita Terkait:  Wagub Giri Prasta Tegaskan Peran Strategis Pemuda JCI sebagai Mitra Pembangunan Daerah

Menanggapi hal itu, Wayan Koster mengatakan akan meningkatkan alokasi dana BKK setiap desa adat di Bali sebesar Rp350 juta dari sebelumnya berjumlah Rp300 juta. 

“Akan dinaika Rp50 juta per desa adat. Jadi BKK desa adat akan meningkatkan total mencapai Rp7,5 miliar untuk sekitar 1500 adat,” terangnya. 

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI