Dipuji Pakar Lingkungan, Gagasan Gubernur Koster Soal Sampah Dinilai Solusi Tuntas

Screenshot_20250808_211329_InCollage - Collage Maker
Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, MM. (kiri) dan Ketua DPD Masyarakat Pemantau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Provinsi Bali, Dr. Ida Bagus Putu Astina, SH, MH, MBA, CLA (kanan). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Inovasi pengelolaan sampah secara swadaya dan mandiri yang dikembangkan Gubernur Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, MM, terus menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Pendekatan yang dilandasi pemikiran matang ini terbukti memberikan dampak nyata bagi masyarakat Bali dalam mengatasi persoalan klasik: sampah.

Ketua DPD Masyarakat Pemantau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Provinsi Bali, Dr. Ida Bagus Putu Astina, SH, MH, MBA, CLA, mengungkapkan bahwa Bali selama ini belum memiliki solusi konkret yang berkelanjutan dalam penanganan sampah. Ia memandang kepemimpinan Gubernur Koster sebagai harapan baru dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berbasis kearifan lokal.

Berita Terkait:  Diterpa Isu Negatif, Pariwisata Bali Tetap Kokoh, Wisman Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

“Masalah sampah sejak dulu belum terselesaikan secara tuntas, meskipun sudah ada teknologi incenerator standar. Pemerintah pusat bingung, pemerintah daerah bingung, masyarakat pun ikut bingung,” kata Dr. Astina.

Berbekal keahlian di bidang limbah B3 dan pengolahan limbah rumah tangga ramah lingkungan, Dr. Astina menegaskan bahwa pendekatan Gubernur Koster bukan hanya tepat secara teknis, tetapi juga memiliki dasar hukum yang kuat.

“Gubernur Koster sangat tegas karena berpatokan pada undang-undang tersebut,” jelasnya, merujuk pada Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, khususnya Pasal 29 ayat (1) huruf e yang melarang pembuangan sampah sembarangan.

Berita Terkait:  Penanganan Sampah Pantai Tak Boleh Seremonial, Koster Minta Satgas Siaga Penuh

Dr. Astina, yang juga pemilik pabrik pengolahan limbah berbahaya dan beracun (B3) di Desa Pengambengan, Jembrana, memuji gaya kepemimpinan Gubernur Koster yang dikenal lugas dan tegas.

“Pak Gubernur punya kemampuan lengkap—skill, mindset, attitude, dan karakter. Beliau sangat mencintai Bali dan sangat berhati-hati agar tidak melanggar aturan hukum yang berlaku,” ungkapnya.

Lebih jauh, Dr. Astina melihat pendekatan mandiri ini membuka ruang baru bagi peran serta masyarakat dan dunia usaha lokal dalam mengelola sampah, sekaligus mengurangi ketergantungan pada anggaran pemerintah daerah.

Berita Terkait:  Ribuan Personel Bersatu, Kodam IX/Udayana Bersihkan Pantai Kedonganan–Kuta

“Kalau pengolahannya berjalan bagus, Pemda tentu akan terbantu karena anggaran tidak keluar besar. Contohnya, di Kabupaten Badung, untuk pengelolaan sampah di Nusa Dua, sudah ada sistem tiping fee sebagai insentif bagi pengelola mandiri,” jelasnya.

Sebagai CEO & Owner BIWI Group, Dr. Astina yakin bahwa model pengelolaan sampah seperti ini dapat menjadi lokomotif perubahan menuju Bali yang bersih, mandiri, dan berkelanjutan. Apresiasi dari pakar sekaligus pelaku langsung pengelolaan limbah ini menjadi bukti bahwa arah kebijakan Gubernur Koster tidak sekadar wacana, namun solusi riil untuk masalah akut Bali. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI