Dirangkai Talkshow Nasional, Stakeholder Gathering BPRKanti 2024 Bertabur Hadiah

Foto: Temu Wirasa-Stakeholder Gathering BPR Kanti 2024” di Hongkong Garden Restaurant, Denpasar, Jumat (27/12/2024) malam. (barometerbali/213)

Denpasar | barometerbali – Talkshow Nasional menghadirkan pembicara kompeten dan dirangkai undian Tabungan Arisanku berlangsung meriah. BPRKanti menggelar temu wirasa stakeholder gathering yang merupakan agenda rutin tahunan untuk menjaga silaturahmi dengan para stakeholder (pengampu kepentingan) BPRKanti, pemerintah, regulator, para nasabah, masyarakat untuk menyampaikan kegiatan-kegiatan, perkembangan BPRKanti sampai saat ini berlangsung di Hongkong Garden Restaurant, Denpasar, Jumat (27/12/2024) malam.

Dalam sambutannya Direktur Utama BPRKanti Made Arya Amitaba memaparkan selama satu tahun sekaligus dilaksanakan pengundian tabungan Arisanku dengan hadiah utama Mitshubishi Pajero, Xpander, Honda Scoopy dan televisi.

“Dan untuk tahun depan akan dibuka kembali tabungan Arisanku berhadiah Toyota Fortuner, Innova Zenix, Toyota Rush, dan Honda Scoopy,” kata Amitaba.

Acara Temu Wirasa Stakeholder Hathering tahun 2024 ini memiliki makna khusus di mana tahun ini BPRKanti telah hadir dalam rentang waktu 35 tahun.

“Tahun ini sedikit berbeda dengan menambahkan kegiatan talkshow nasional dengan menghadirkan Profesor Effendi Gazali, Doktor Roberto Akyuwen yang telah dilaksanakan di awal acara ini. Dalam pemaparannya Profesor Effendi Gazali ternyata ikut melestarikan warisan budaya Bali yaitu kambing gembrong, dan memberikan materinya ‘Komunikasi Publik, Kearifan Lokal dan Balili Bersatu Sejahtera’. Narasumber lainnya adalah Doktor Robert Akyuwen penulis buku ‘Pentingnya Keamanan Siber bagi Lembaga Jasa Keuangan, khususnya Perbankan,” bebernya.

Direktur Utama BPRKanti Made Arya Amitaba saat diwawancarai awak media (barometerbali/213)

Amitaba menambahkan kegiatan stakeholder gathering di BPRKanti 2024 ini juga menghadirkan Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Dr Ketut  Sumedana, SH, MH yang akan memberikan keynote speech-nya dan sekaligus juga mendengarkan arahan dari Gubernur Bali bagi kita semua di pengujung tahun 2024 dan menatap langkah dengan penuh semangat optimis, optimisme yang tinggi untuk kinerja terbaik kita di tahun 2025.

Ia menyampaikan hingga Oktober 2024 BPRKanti sebagaimana data terlampir menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit BPRKanti yang 13,51% yoy, pertumbuhan dana pihak ketiga (tabungan, deposito tumbuh sebesar 15,08%), dan bila mengacu pada kinerja BPR di Bali sebagimana evaluasi kinerja BPR sebagimana data berikut:

“Kami meng-highlight pada pertumbuhan kredit BPR di Bali adalah minus 0,34 persen NPL masih di 2 digit, ROE yang minus 1,77 persen dan LDR yang 74,95 persen. Jadi sangat tepat bahwa Bali masih membutuhkan relaksasi pascakrisis pandemi Covid-19,
Sedangkan permohonan kredit di BPRKanti sebagimana data terlampir menunjukkan data,” rincinya.

Berita Terkait:  Libur Akhir Tahun, Bandara Ngurah Rai Layani 581 Ribu Penumpang dalam Sepekan

Dari data tersebut menunjukkan prosentase reject-nya masih tinggi. Bahkan di tahun 2022 di mana masih masa-masa krisis pandemi covid pertumbuhan kredit BPRKanti yang hampir 50% tepatnya 48,7%, reject-nya masih tinggi.

“Pertumbuhan kredit yang hampir 50 persen di tahun 2022, teman-teman pengusaha Bali, di Kadin Bali bahkan menyampaikan ‘gila Pak Amitaba di masa covid menghambur-hamburkan uang’. Memang jangankan dalm kondisi normal harus ‘gila’ apalagi dalam kondisi krisis harus lebih gila lagi. Bukan masalah gilanya, namun rasa keterpanggilan sebagai putra daerah di saat daerahnya sedang mengalami krisis bahkan pemerintah melalui OJK memberikan perhatian khusus dengan POJK 34/KDK.03/2022 yang hanya Bali diberikan relaksasi tambahan lagi satu tahun,” tutur Amibtaba.

Dalam kondisi krisis pandemi covid lembaga keuangan, BPR, koperasi, LPD, bahkan menyetop penyaluran kreditnya khususnya ke UMKM.

Ketika ini terjadi hanya persoalan waktu saja, ini sudah pada kondisi kuat-kuatan.
Menurut Amitaba, semua akan mati dan yang terakhir yang terkuat yang mati.

“Begitu pemahaman kami sebagai putra daerah yang ‘sombong’ dan tentu dibekali dengan pengalaman 25 tahunan sebagai direktur bank, saat itulah terpanggil dengan berbagai pengalaman, skill dan berbagai kajian BPRKanti membombardir penyaluran kreditnya yang tidak hanya ditujukan ke nasabah perorangan namun juga menyalurkan ke BPR, ke koperasi saat itu dan bahkan dalam kondisi yang hampir ditutup karena krisis likuiditas, NPL, bahkan 2 digit, dan dalam kondisi rugi kita bantu,” bebernya.

Bahkan untuk koperasi-koperasi juga ia bantu, sehingga Ketua Dekopin (Dewan Koperasi Indonesia) Dr Sri Untari menganugerahkan BPRKanti sebagai bank sahabat koperasi di sela-sela puncak perayaan Hari Koperasi ke-75 pada 14 Juli 2024.

Amitaba mengungkapkan pertumbuhan kredit di Bali khususnya BPR yang minus -0,34% dg NPL 2 digit tentu menjadi perhatian bersama, para pengusaha, pemerintah, regulator. Ia mengajak bersama menggerakkan perekonomian Bali dengan bersatu padu, berkolaborasi, bukan bersaing.

Kinerja BPRKanti baik dari sisi penyaluran kredit, pertumbuhan dana pihak ketiga, ROA yang 2,8%, ROE yang 28% dan menuju BPRKanti aset Rp1 triliun di tahun depan.

Berita Terkait:  LPD Bali Hadapi Tantangan Modernisasi, Desa Adat Jadi Pilar Utama

“Kenapa mesti ber-bank dengan Bank  BPRKanti? Karena juga ikut bersama-sama meningkatkan perekonomian daerah dalam konteks ‘community bank’ sehingga ikut dalam program CSR-nya dalam pemberdayaan adat, maupun kelembagaannya. MDA Kanti Kertha Bali Nugraha, ajang pemberian penghargaan kepada desa adat yang terbaik dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan di desanya secara mandiri yang dengan kerja sama dengan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Pelaksanaan ToT Hukum Adat, kursus para legal adat, MDA Kanti Ngorta Desa Adat, acara diskusi pabligbagan mendiskusikan permasalahan di desa adat, program ‘Tahu diri berbalas budi’  yaitu program menyalurkan dana punia para nasabah BPRKanti ke MDA Provinsi Bali dan ke desa adat,” pungkas Amitaba.

BPR Kanti Ngerombo Selesaikan Permasalahan

Pj Gubernur Bali Irjen (Purn) Sang Made Mahendra Jaya dalam sambutannya mengapresiasi acara “Temu Wirasa-Stakeholder Gathering BPR Kanti 2024” ini. Bahkan Pj Gubernur Bali mengaku terkesan dengan banyaknya tokoh-tokoh yang hadir.

“Saya sangat terkesan, saya tidak mengira acaranya sebesar ini, banyak tokoh yang hadir. Ini menggambarkan pengakuan para tokoh kepada BPR Kanti,” ucap Mahendra yang kembali mengapresiasi kegiatan stakeholder gathering yang rutin digelar BPR Kanti setiap tahun sebagai bentuk transparansi dan dukungan terhadap penguatan perokonomian daerah ini.

Dikatakan BPR Kanti telah memainkan peran dan menjadi mitra sejati masyarakat gerakkan perekonomian Bali. Pengundian Tabungan Arisanku bukan hanya selebrasi tapin simbol kepercayaan dan memberikan manfaat nyata.

“Apa yang dilakukan BPR Kanti wujud semangat Ngerombo membantu menyelesaikan persoalan kesejahteraan sosial di tengah masyarakat. Dan saya juga senang dan suprise BPR Kanti melakukan banyak kegiatan mengangkat harkat martabat wanita Bali,” tandas Mahendra Jaya.

“Terima kasih BPR Kanti. Teruslah berkontribusi untuk perekonomian Bali,” tutup Mahendra.

BPR dan Desa Adat Harus Siap Hadapi Globalisasi dan Modernisasi

Sementara itu Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Dr Ketut Sumedana, SH, MH menyampaikan bahwa Bank BPR Kanti, sebagai lembaga perbankan yang berbasis pada kearifan lokal, memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai budaya Bali. Ia menegaskan pentingnya mempertahankan keajegan Bali, karena jika tidak dijaga, Bali akan kehilangan identitasnya.
Sumedana juga menekankan bahwa semua lembaga, termasuk MDA dan BPR, harus siap menghadapi tantangan besar di era modern ini, yakni globalisasi dan modernisasi yang membawa perubahan besar dalam berbagai sektor, termasuk di bidang keuangan.

Berita Terkait:  Padi Reborn Rayakan 28 Tahun dengan Konser Megah, JNE Jadi Mitra Logistik Resmi

“Karena kalau tidak dijaga keajegan Bali ini bagaikan wanita cantik tanpa C dan laki-laki tanpa L, antik dan aki-aki. Semua lembaga keuangan, pasti akan menghadapi dua hal di era sekarang. Paling tidak dia akan menghadapi globalisasi dan modernisasi,” ujarnya.

Sumedana menambahkan bahwa globalisasi mencakup berbagai aspek penting, seperti geopolitik, geoekonomi, dan akulturasi budaya, yang memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi Bali. Sementara itu, modernisasi berhubungan erat dengan transformasi digital dan kemajuan teknologi informasi. Ia menegaskan bahwa, tanpa terkecuali, semua pihak harus mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi, baik dalam skala lokal maupun global.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus adaptif dan menyesuaikan apa yang ada seperti sekarang ini,” tegasnya.
Sumedana menekankan pentingnya literasi sebagai persiapan menghadapi perubahan zaman. Menurutnya, literasi harus diperluas agar tidak ada lagi muncul istilah Bali ”mula keto” dan sikap kaku terhadap adat dan budaya. Bali harus mampu beradaptasi dengan dinamika zaman yang terus berkembang. Dr. Ketut Sumedana bahkan mengaku pernah didatangi dua kubu PHDI.

“Saya begitu menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Bali yang saya dengar adalah laporan adat, laporan terkait keagamaan, bahkan yang mendatangi saya itu adalah 2 PHDI. Ini menunjukkan bahwa kita belum ngayah 100 persen, masih mempunyai kepentingan,” cetusnya.

Ia juga menyebutkan bahwa meskipun Majelis Desa Adat (MDA) seharusnya menjadi solusi untuk menjaga keseimbangan sosial dan budaya, kenyataannya justru ada masalah yang timbul. Hal ini terlihat dari laporan yang diterima Kejaksaan Tinggi Bali terkait peran bendesa adat yang melampaui batas kewenangan, bahkan memicu tindakan hukum. Sebagai contoh, Kejaksaan Tinggi terpaksa melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap salah satu bendesa adat yang terlibat dalam masalah tersebut.

“Pada saat mulai saya bekerja di kejaksaan, karena laporan terkait bendesa adat ini sangat luar biasa, bahkan melampaui batas kewenangannya, sehingga kami mau tidak mau, suka tidak suka, melakukan OTT terhadap salah satu bandesa adat,” tutup Sumedana. (213)

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI