Dirut Pertamina Minta Maaf, Janji Perbaiki Sistem Distribusi BBM dan Apresiasi Gubernur Koster

Screenshot_20261019_180014_WhatsAppBusiness
MINTA MAAF - Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri (kanan) saat mendampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas gangguan pelayanan BBM. (Barometer Bali/Rah)

Barometer Bali | Denpasar – Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas gangguan pelayanan bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan antrean kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.

Simon menegaskan Pertamina akan melakukan evaluasi dan memperbaiki sistem pelayanan serta distribusi energi agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami atas nama Pertamina Group menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya. Kami berjanji dan berkomitmen bahwa kejadian ini tidak akan terulang di kemudian hari,” ujarnya di depan awak media usai rapat koordinasi di Depo Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026).

Berita Terkait:  Pasokan BBM Bali Berangsur Normal, Bahlil: Armada Kapal Ditambah Jadi 7 Unit

Gangguan pasokan BBM di Bali sebelumnya dipicu keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Jawa. Keterlambatan tersebut mengganggu rantai pasok dan menyebabkan cadangan BBM di Bali berkurang sekitar tiga hingga empat hari, sehingga antrean kendaraan muncul di sejumlah SPBU.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut gangguan tersebut berkaitan dengan persoalan teknis dalam manajemen logistik internal Pertamina. Untuk mempercepat pemulihan, jumlah kapal pengangkut BBM dari Jawa ke Bali ditingkatkan dari tiga menjadi tujuh unit.

Berita Terkait:  Bahlil Ungkap Masalah Logistik Pertamina di Balik Kelangkaan BBM Bali

Bahlil menyampaikan bahwa cadangan BBM Bali kini diperkirakan mencapai 11–12 hari. Pemerintah meminta Pertamina meningkatkan ketahanan stok hingga 15 hari guna memperkuat ketersediaan pasokan.

Simon juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Bali, TNI, dan Polri dalam membantu pengamanan antrean, pengoperasian SPBU, serta kelancaran operasional mobil tangki pengangkut BBM.

Dukungan lintas instansi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga distribusi BBM tetap berjalan selama proses pemulihan berlangsung.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan antrean di sejumlah SPBU mulai berkurang. Meski demikian, Pemprov Bali memperpanjang kebijakan ganjil-genap hingga Jumat (23/10/2026) untuk menjaga kelancaran distribusi dan mencegah antrean kembali terjadi.

Berita Terkait:  Tak Takut Protes, Koster Sidak Antrean SPBU

Komitmen Pertamina kini menjadi perhatian penting, terutama dalam memastikan jadwal kedatangan kapal, kesiapan bongkar muat di terminal BBM, dan penyaluran ke SPBU berjalan terkoordinasi.

Pemulihan pasokan di Bali diharapkan tidak hanya mengakhiri antrean, tetapi juga memperkuat keandalan distribusi energi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dan sektor pariwisata. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI