Diskominfo Bojonegoro Bungkam Soal Polemik Media Gathering, Wartawan Kecewa Berat

IMG-20250517-WA0003
Foto: Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. (Barometerbali/redho)

Barometer Bali | Bojonegoro – Gelaran media gathering yang baru-baru ini diadakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bojonegoro justru memunculkan aroma ketidakadilan.

Alih-alih mempererat hubungan dengan insan pers, kegiatan tersebut menuai kritik tajam lantaran dinilai eksklusif dan diskriminatif.

Acara yang semestinya menjadi wadah membangun sinergi antara pemerintah daerah dan media lokal, justru menciptakan kesan “pilih kasih”.

Undangan resmi dari Diskominfo disebut-sebut tidak menyentuh seluruh elemen media, bahkan cenderung mengabaikan sebagian awak media yang selama ini turut aktif menyampaikan informasi kepada publik.

Berita Terkait:  Hadiri Pelantikan Rektor Unmas Denpasar, Koster Ingin Kolaborasi Riset Perguruan Tinggi se-Bali

Kesan “like and dislike” atau suka dan tidak suka dalam menentukan siapa yang dilibatkan semakin santer terdengar.

Sejumlah kalangan menilai, Diskominfo seolah menjadikan preferensi pribadi sebagai dasar dalam menjalin kemitraan, bukan profesionalisme atau kontribusi media itu sendiri.

Riyawan, salah satu jurnalis lokal, menilai langkah tersebut sangat disayangkan. Menurutnya, meski undangan adalah hak prerogatif dinas, Diskominfo seharusnya menjunjung prinsip keadilan.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Dorong Sinergi Riset Perguruan Tinggi di Bali untuk Pembangunan Daerah

“Kalau memang tidak bisa mengakomodasi semua jurnalis, cukup undang perwakilan dari organisasi media. Jangan sampai malah menciptakan kesenjangan dan memperkeruh suasana,” ujarnya.

Lebih lanjut, Riyawan menekankan bahwa Diskominfo semestinya tidak menutup diri terhadap kerja sama media manapun.

Tugas mereka adalah menjamin arus informasi yang merata, bukan membentuk lingkaran eksklusif yang hanya menguntungkan segelintir pihak.

Berita Terkait:  Wali Murid Kecewa, Menu MBG Siswa TK di Desa Nepa Tak Sesuai Standar dan Hanya Makanan Kering

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala Diskominfo Bojonegoro, Heri Widodo, terkait isu tersebut berakhir tanpa jawaban.

Pesan yang dikirimkan wartawan melalui WhatsApp pada Jum’at (16/5/2025) tidak direspons, menambah kesan bahwa instansi ini enggan terbuka terhadap kritik.

Di tengah ketegangan ini, para jurnalis berharap pihak Pemkab Bojonegoro segera turun tangan. Jangan sampai, ketimpangan ini terus dibiarkan dan merusak iklim kemitraan media yang seharusnya berjalan sehat dan transparan. (redho)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI