Ket foto: Dosen LSPR Institute yang diketuai oleh Jati Paras Ayu dan Anggota yang terdiri dari Rani Chandra Oktaviani dan Anak Agung Istri Putri Dwijayanti menyerahkan Dana Hibah dari DRTPM kepada Founder Bali Tangi, Made Yuliani. (Sumber: barometerbali/ptr)
Badung | barometerbali – Kelompok Dosen LSPR Institute of Communication and Business kembali memperoleh Dana Hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) guna mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang Pengabdian kepada Masyarakat. Pada tahun 2024 ini, Dana Hibah yang diperoleh diperuntukan kepada salah satu UMKM Bali yang bernama Bali Tangi.
Bali Tangi merupakan UMKM yang memproduksi produk kecantikan dan sudah berdiri sejak tahun 2002. Berawal dari UMKM rumahan, saat ini produk Bali Tangi mulai dikenal oleh kalangan wisatawan dalam hingga luar negeri. Bali Tangi juga memiliki potensi sebagai produk merchandise eco-tourism dengan ciri khas yang berbeda, karena Bali Tangi memiliki diferensiasi produk kecantikan yang khas dengan kandungan bahan alami dari limbah buah atau tumbuhan yang ada di Denpasar Bali. Bukan hanya mengandung bahan alami, namun yang unik dari produk kecantikan ini diproses dengan teknik inovasi eco-enzym, sebuah teknik dimana produk kecantikan yang dibuat melalui fermentasi limbah organik pilihan seperti: kulit buah, bunga, akar, biji-bijian, daun, dan batang.
Bali Tangi berusaha membangun branding bahwa produknya sebagai produk merchandise eco-tourism berbasis eco-enzym, dimana mereka menjalankan semua lini proses produksinya berbasis eco-friendly dan sustainability.
Target konsumen dari Bali Tangi Sendiri adalah para wisatawan lokal ataupun mancanegara usia remaja dan dewasa. Namun, Bali Tangi dapat membuat packaging yang mampu memposisikan bahwa produk mereka adalah full eco-friendly. Saat ini mereka masih menggunakan plastik untuk mengemas produk mereka dan masih sederhana, padahal mereka hendak membangun branding sebagai produk kecantikan eco-friendly baik dari kandungan produk hingga semua atribut promosi lainya.
UMKM Bali Tangi sudah mulai banyak mendapatkan pembelian namun mayoritas wisatawan yang datang ke offline store saja, beberapa wisatawan atau peminat produk sudah hendak melalui repeat order namun mereka menyatakan masih mengalami kendala dalam jual beli secara online terlebih pada pembeli dari mancanegara.
Bali Tangi sudah berusaha untuk membuat website dan sosial media instagram namun dinilai masih belum mendorong peningkatan kuantitas pembelian karna adanya keterbatasan akses media jual beli. Oleh sebab itu, LSPR Institute menginisiasi pengabdian masyarakat dengan judul “Penerapan Plantable Packaging dan Green Interactive Mobile Apps untuk meningkatkan Branding Suistainability EcoTourism pada Produk Kecantikan EcoEnzym di UMKM Bali Tangi”.
Progam pengabdian kepada
masyarakat ini terdiri dari dua kegiatan yang mencakup “Plantable Packagaing untuk membantu menguatkan branding UMKM sebagai produk yang menerapkan sustainability. Selain itu dapat sebagai nilai tambah promosi dengan menciptakan bentuk kemasan yang berbeda dengan produk kencantikan dari UMKM atau brand lainnya yang mayoritas masih menggunakan kemasan berbahan plastik. Kedua, pemberdayaan Kemitraan masyarakat ini dilakukan dalam bentuk memberikan inovasi dalam promosi digital melalui Green Interactive Mobile Apps sebagai media promosi yang dapat terintegrasi dengan website dan sosial media, yang memiliki kelebihan dalam akses jual beli secara langsung.
Selain diharapkan dapat meningkatkan jumlah pembelian, memudahkan dalam pendataan pembelian, aplikasi ini juga dapat membangun real story telling produk UMKM Bali Tangi untuk mampu melakukan promosi digital dengan lebih aktif, interaktif dan edukatif.
Pengabdian kepada masyarakat di Bali Tangi ini dilakukan oleh kelompok Dosen LSPR Institute yang diketuai oleh Jati Paras Ayu dan Anggota yang terdiri dari Rani Chandra Oktaviani dan Anak Agung Istri Putri Dwijayanti. Ms. Jati selaku Ketua Pengabdian Masyarakat menyampaikan bahwa “Dana Hibah yang diperoleh dari DRTPM akan kami maksimalkan untuk mendukung Bali Tangi konsisten dengan branding eco-friendly dan lebih mudah lagi untuk didapatkan konsumen secara online. Program ini juga mendapatkan respon baik dari pihak Bali Tangi,
“Terimakasih banyak kepada LSPR Institute yang telah memilih kami sebagai mitra UMKM, tentunya ini akan sangat mendukung Bali Tangi sebagai produk lokal yang siap bersaing secara global didukung branding yang kuat dan kemajuan teknologi,” tandas Made Yulini selaku Founder Bali Tangi. (213)
Editor: Ngurah Dibia











