DPR RI Usulkan Pemasangan Microchip untuk Lacak Satwa Langka di Indonesia

IMG_20251027_123113
Ketua Reses Komisi IV DPR RI Alexander Indra Lukman (kiri), Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (kanan),pada Senin (27/10/2025) (Barometerbali/rian)

Barometer Bali | Denpasar – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengusulkan penggunaan teknologi berupa pemasangan microchip untuk mendeteksi keberadaan satwa langka di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Alexander Indra Lukman saat Kunjungan Kerja (kunker) Reses Komisi IV DPR RI di Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Senin (27/10/2025) yang juga dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Gubernur Bali Wayan Koster.

Ketua Kunker Reses Alexander Indra Lukman menyampaikan, bahwa dalam reses tersebut pihaknya telah menghasilkan tiga poin kesimpulan terkait keberadaan satwa langka atau endemik di Indonesia.

Berita Terkait:  KPU Bali Kebut Akurasi Data Pemilih 2026, Cek Data Ganda hingga Pemilih Meninggal

Pertama, DPR RI mendorong penyempurnaan regulasi terkait keberlangsungan satwa endemik. Kedua, mendorong penangkaran satwa langka yang melibatkan masyarakat.

“Dan yang ketiga, pendataan dengan pemanfaatan teknologi. Sehingga kita bisa mendata seluruh jenis satwa, terutama yang dilindungi dan langka, tentang keberadaannya,” ungkap Alex kepada awak media.

Selain itu, DPR RI juga mengusulkan penanaman microchip di tubuh satwa langka dan dilindungi termasuk pada burung endemik.

“Sehingga kita bisa mendeteksi keberadaan burung-burung tersebut,” jelas politikus PDI Perjuangan tersebut.

Berita Terkait:  Tiga LSM Laporkan Dugaan Kematian Mangrove di Benoa ke Polda Bali

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyambut baik usulan DPR RI tersebut. Menurutnya, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk mempertahankan habitat satwa langka ini

“Yang jangka panjang dan ini harus berkolaborasi bersama, itu ya mengembalikan habitat, atau restorasi habitat, ekosistem. Semuanya harus kerja keras,” tutur Raja Juli Antoni.

Gubernur Bali Wayan Koster menambahkan, pemasangan microchip ini bisa membantu monitoring atau pengawasan keberadaan satwa liar di Bali.

“Saya kira itu bagus sekali supaya bisa dimonitor keberadaannya satwa liar ini. Jadi kami akan segera mendata keberadaan satwa endemik Bali ini,”ungkap Koster.

Berita Terkait:  Ariel Suardana: Laporan Tarip sebagai Pengalihan Isu dan Upaya Kriminalisasi Advokat

Selain penggunaan microchip, Ia juga berencana akan membuat regulasi tentang perlindungan satwa endemik di Bali.

Selain itu, Koster tak menampik bahwa sejumlah satwa endemik di Bali sudah banyak yang punah. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya kebijakan untuk menjaga eksistensi satwa langka.

“Dan saya akan segera merencanakan menyusun Peraturan Gubernur Bali, pada sisi peraturannya supaya bisa ditangkar melibatkan masyarakat, melindungi termasuk tidak boleh menembak,”pungkasnya. (rian)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI