Ket foto: Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Dr Sugawa Korry berbicara tentang makna Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2024 di era kekinian. (Sumber: BB/dewanbali/213)
Denpasar | barometerbali – Kurangnya pemahaman terhadap Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara menimbulkan terjadinya pergeseran nilai dan cara pandang dalam hidup berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, nilai-nilai kearifan Pancasila dipandang perlu dibumikan kembali di tengah anak muda (milenial dan Gen-Z) untuk menguatkan semangat persatuan dan kesatuan demi keutuhan NKRI.
“Pancasila merupakan pijakan paling utama dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat. Terjaganya persatuan bangsa Indonesia hanya bisa terwujud selama Pancasila masih menjadi landasannya,” tegas Dr Sugawa Korry, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali di Denpasar, Sabtu (1/6/2024).
Lebih lanjut dalam memaknai Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2024, Sugawa Korry menuturkan perpecahan menjadi potensi yang cukup besar terjadi jika generasi muda sekarang tidak lagi merefleksikan Pancasila dalam kehidupan bersosialisasi sehari-hari.
“Selain itu, Pancasila dianggap sebagai intisari dari semua nilai-nilai kearifan yang bersifat universal. Dengan demikian, Pancasila tidak akan pernah ketinggalan zaman, termasuk di tengah generasi millenial,” tandas Sugawa Korry, yang digadang-gadang bakal calon kuat sebagai Bupati Buleleng pada Pilkada 2024 ini.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali ini mengatakan, generasi muda menjadi salah satu modal terpenting bagi bangsa Indonesia dalam masa pembangunan bangsa. Dalam arti, penting adanya peran pemuda dalam pembangunan nasional.
“Untuk menjadi bangsa yang maju serta dapat bersaing di kancah internasional maka peran pemuda sebagai penerus bangsa sebagai syarat wajib yang harus terpenuhi. Sebagai generasi penerus bangsa, terutama dalam masa atau jaman yang semakin global dan berkembang modern ini mereka perlu mendapat pondasi moral yang kuat seperti pemahaman nilai-nilai Pancasila yang telah menjadi falsafah dasar bangsa. Nilai Pancasila yang telah disepakati sebagai nilai-nilai kebaikan yang harus ditanamkan kepada masing-masing jiwa rakyat Indonesia,” urainya.
Oleh sebab itu, Sugawa Korry mengajak seluruh komponen masyarakat untuk merefleksikannya demi tercipta tatanan kenegaraan dan tata kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik.
“Hari Lahir Pancasila, perlu direfleksikan sebagai bahan renungan guna meneguhkan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Bhineka Tunggal Ika akan makin terjaga apabila nilai-nilai Pancasila melembaga di dalam diri setiap anak bangsa,” pungkas Sugawa Korry. (213)
Editor: Ngurah Dibia











