Barometer Bali | Denpasar – Dua siswa SMAS Katolik Santo Yoseph (Sanjos) Denpasar, Victor Nera Umardicha (kelas X) dan Zachary Griffin Handoko (kelas XI), menorehkan prestasi gemilang di ajang nasional. Keduanya sukses meraih Juara III dalam Kompetisi Robotik ‘Mechatura 2025’ yang digelar oleh Futura Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (HMTE) Universitas Padjadjaran (Unpad), di Kampus Unpad Jatinangor, Bandung, Minggu (9/11/2025).
Dengan mengusung nama tim Tekkeden, duet siswa Sanjos ini bersaing ketat melawan puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia pada kategori Robot Sumo. Meski sebagian besar lawan berasal dari kota besar seperti Jakarta dan Bandung yang sudah berpengalaman dalam kompetisi robotik nasional, Victor dan Zachary berhasil menembus posisi tiga besar.
“Persaingan sangat ketat karena sebagian besar tim lawan beranggotakan tiga orang, sementara kami hanya berdua. Tapi kami tetap optimistis dan berusaha maksimal,” ujar Victor usai menerima penghargaan.
Sementara Project Officer FUTURA 2025, Checi Angelique Victoria Elim, menjelaskan bahwa kompetisi ini menjadi langkah awal penting dalam memperluas jejaring dan memperkuat budaya riset robotik di kalangan pelajar dan mahasiswa. “Peserta datang dari berbagai kota besar di Indonesia, dan antusiasmenya luar biasa. Kami ingin FUTURA menjadi ajang tahunan yang melahirkan inovator muda di bidang teknologi,” paparnya.
Dalam kategori Robot Sumo, Juara I diraih tim RCU yang terdiri dari Jordy Andrian, Raynard Audric Sulamanda, dan Asriel Waraney Edgar Lendo. Juara II diraih tim RoboAmor Sumo beranggotakan Arya Kusuma, Maulana Ibrahim, Ahmad Bustan Al, dan Raihan Syaiful Aziz.
Selain kategori robot sumo, panitia juga mempertandingkan kategori Robot Transpo, dengan hasil Juara I diraih tim Uniko44, Juara II tim Evan & Jeremia, dan Juara III tim Vionicx44.
Bagi Victor dan Zachary, prestasi ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pada 10 Agustus 2025, Victor tampil sebagai peserta tunggal dan berhasil meraih juara dalam kompetisi robotik yang diselenggarakan oleh Robobrick Lab di bawah naungan Yayasan Kreatif Teknologi Indonesia di Manhattan Times Square, Medan, Sumatera Utara.
Kedua siswa yang juga aktif belajar robotik di Koding Akademi Denpasar ini mengaku bangga bisa membawa nama sekolah ke tingkat nasional. Usai kompetisi di Bandung, keduanya berencana melaporkan hasil lomba kepada Kepala Sekolah SMAS Katolik Santo Yoseph Denpasar serta berbagi pengalaman dengan teman-teman di sekolah.
“Kami berharap prestasi ini bisa memotivasi teman-teman lain untuk berani mencoba dan berinovasi di bidang teknologi,” pungkas Zachary. (red)











