Foto: Dubes Austria bersama Tim Manajemen Krisis dan Bencana mengunjungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Kamis (21/11/2024) malam. (barometerbali/ay)
Jimbaran | barometerbali – Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima kunjungan dari Tim Manajemen Krisis dan Bencana dari Austria serta Duta Besar Austria, Kamis (21/11/2024) malam. Tujuan dari tim ini bertandang ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar yakni untuk bisa memperoleh informasi terkait penanganan di bidang pencarian dan pertolongan pada wilayah kerja Bali dan sekitarnya.
I Nyoman Sidakarya, selaku Kepala Kantor menyambut baik kehadiran dari perwakilan pemerintahan Austria ini. Ia mengawali perkenalan dengan memaparkan tentang profil meliputi cakupan wilayah kerja, sarana serta prasarana, dan prosentase penanganan SAR yang telah dilakukan selama 2 tahun terakhir.
Dr. Thomas Loidl selaku Duta Besar Austria yang berkedudukan di Jakarta mengutarakan apresiasinya terhadap kinerja Basarnas.
“Ada satu orang warga kami yang sempat ditangani oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, walaupun sampai saat ini tidak ditemukan, tetapi kami melihat begitu kerasnya upaya tim SAR selama proses pencarian, kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih,” ungkapnya.
Pada pertemuan singkat tersebut juga ada diskusi terkait bagaimana kerja sama Basarnas dengan para stakeholder, seperti apa prosedur pelaporan bagi tamu WNA yang berwisata di Bali serta kesulitan atau kendala terberat yang pernah ditangani oleh tim SAR di Bali.
Dr. Thomas Loidl sempat mengutarakan niatnya untuk melanjutkan kerja sama antara negaranya dengan Basarnas Pusat maupun Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Hal itu ditanggapi positif dan tentunya akan ada pertemuan-pertemuan lanjutan untuk membahas proses ke depannya sehingga bisa terealisasi.
Pertemuan malam ini diakhiri dengan pertukaran cinderamata sebagai kenang-kenangan atau penanda bahwa telah terjalinnya hubungan baik antara kedua belah pihak. (ay/hmsdps)
Editor: Ngurah Dibia











