Dukungan Publik Figur dan Harapan Musisi Lokal untuk Suksesnya KTT G20 Bali

Ket foto: Beberapa publik figur dan musisi rock Putu Indrawan (inset) mendukung gelaran KTT G20 di Bali. (ist/sn)

Denpasar | barometerbali – Beberapa publik figur ternama seperti Nadine Chandrawinata, dokter Tirta Nycta Gina dan dokter Reisa Broto Asmoro ikut serta dalam mengampanyekan isu yang menjadi prioritas dalam Presidensi G20 yang tengah berlangsung.

Dukungan para influencer tersebut, diharapkan dapat membahas secara positip beberapa poin penting di media sosial diantaranya terkait arsitektur kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi berkelanjutan.

Hal ini dilakukan karena berbagai isu masih menjadi perhatian utama masyarakat yakni pandemi Covid-19 dan perubahan iklim sehingga mendesak masyarakat global untuk mempercepat transisi agar mulai menggunakan sumber energi yang lebih bersih.

Berita Terkait:  Tak Tergoyahkan Isu Sampah dan Macet, Bali Dinobatkan Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026

Seperti yang diketahui, bahwa G20 merupakan forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU) serta merepresentasikan lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia.

Nadine Chandrawinata mengatakan, bahwa sudah selayaknya sebagai masyarakat harus lebih bijak dalam mengambil dari alam dan harus memperhatikan keberlanjutannya. Lebih lanjut dirinya menerangkan, sebagai salah satu influencer yang terlibat dalam presidensi G20, Nadine mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengubah pola pikir dan pola hidup menuju sustainability.

“Gotong royong negara-negara anggota G20 dalam bentuk investasi berkelanjutan untuk mempercepat transisi energi berkelanjutan merupakan hal yang sangat penting,” jelas Nadine Chandrawinata.

Berita Terkait:  Diterpa Isu Negatif, Pariwisata Bali Tetap Kokoh, Wisman Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Harapan Musisi Senior Lokal

Pandemi Covid-19 telah menghancurkan harapan ratusan musisi di Bali yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara. Demikian disampaikan musisi senior Bali Putu Indrawan di Denpasar, Selasa (18/10/2022).

Hal tersebut terjadi akibat tempat para musisi “pentas” seperti di hotel, restoran dan tempat hiburan harus tutup hingga lebih 2 tahun.

“Sedangkan rata-rata musisi hanya mengandalkan hidupnya dari nyanyi setiap hari untuk mendapat bayaran. Kalau tidak menyanyi, kan tidak ada pemasukan. Jadi bisa dibayangkan nasib kami,” keluh pentolan Band Harley Angles ini.

Bassist terbaik festival rock pertama di Indonesia tahun 1984 ini, menambahkan bahwa rata-rata musisi tidak punya keterampilan lain, kecuali menghibur dengan musik. Karena itu Putu Indrawan mewakili para musisi di Bali mendukung dan punya harapan besar agar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 bisa sukses dan membawa harum kembali nama Bali dan turis kemudian berduyun-duyun datang ke Bali seperti sebelum ada virus Corona menyerang Bali.

Berita Terkait:  Rekomendasi 9 Favorit Kuliner Malam di Bali: Murah Meriah, Dijamin Nagih!

Putu Indrawan juga punya permintaan pada musisi yang ada di Bali agar menjaga momentum besar ini.

“Dan bagi yang sudah pentas, harus tetap menjaga kesopanan dan pelayanan yang baik, serta meningkatkan kemampuannya bermusik,” tutup Putu. (BB/501/*)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI